Tren Slow Travel Meningkat saat Libur Panjang Waisak dan Hari Lahir Pancasila 2026

  • 30 May 2026 09:12

Tren Slow Travel

Mounture.com — Menjelang periode libur panjang Waisak dan Hari Lahir Pancasila 2026, tren slow travel semakin diminati oleh wisatawan Indonesia. Banyak masyarakat kini mulai meninggalkan konsep perjalanan padat dengan jadwal ketat dan destinasi ramai, beralih menuju pengalaman liburan yang lebih santai, tenang, dan bermakna.

Momentum libur panjang tahun ini dinilai menjadi kesempatan ideal bagi masyarakat untuk beristirahat dari rutinitas sekaligus menikmati quality time bersama keluarga.

Pemerintah menetapkan Rabu, 27 Mei 2026, sebagai hari libur Iduladha dan Kamis, 28 Mei 2026, sebagai cuti bersama. Jika ditambah cuti pribadi pada Jumat, 29 Mei 2026, masyarakat dapat menikmati hingga enam hari libur berturut-turut hingga Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026.

Di tengah momentum tersebut, konsep slow travel semakin populer, terutama di kalangan wisatawan urban yang ingin sejenak lepas dari tekanan pekerjaan dan kehidupan kota yang serba cepat.

BACA JUGA: Museum Gula Indonesia Resmi Diluncurkan di Pasuruan, Jadi Pusat Edukasi Industri Gula Nasional

Berbeda dengan gaya wisata konvensional yang mengejar banyak destinasi dalam waktu singkat, slow travel lebih menekankan pengalaman menikmati perjalanan secara perlahan dan mendalam.

Wisatawan diajak untuk menikmati suasana pagi yang tenang, pemandangan alam, budaya lokal, hingga momen kebersamaan tanpa terburu-buru. Liburan tidak lagi sekadar berpindah tempat, tetapi menjadi waktu untuk relaksasi, refleksi diri, dan digital detox.

Tren ini juga mendorong meningkatnya minat wisata berbasis alam yang menawarkan udara segar, suasana tenang, dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Di Sumatera Utara, kawasan Danau Toba masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang mencari pengalaman liburan santai dan menenangkan. Pemandangan danau yang luas, udara sejuk, serta suasana alam di kawasan Samosir dinilai cocok untuk menikmati konsep slow travel.

Salah satu akomodasi yang menawarkan pengalaman tersebut adalah Marianna Resort & Convention yang berada di kawasan Samosir. Resort ini menghadirkan suasana menginap yang tenang dengan panorama Danau Toba dan perbukitan hijau di sekitarnya.

Konsep yang diusung tidak hanya berfokus pada kenyamanan menginap, tetapi juga menghadirkan pengalaman relaksasi dan quality time bersama keluarga maupun pasangan.

“Wisatawan saat ini tidak lagi hanya mencari destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang dapat membuat mereka merasa lebih rileks dan kembali segar dari kepenatan sehari-hari,” ujar I Ketut Gunarta, General Manager Marianna Resort & Convention.

Menurutnya, keindahan Danau Toba dan suasana tenang di kawasan Samosir menjadi kombinasi ideal untuk wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan ritme lebih santai.

“Keindahan Danau Toba dan suasana tenang di kawasan Samosir menciptakan lingkungan yang ideal untuk slow travel, di mana para tamu dapat benar-benar bersantai, menikmati kebersamaan dengan keluarga, dan menghabiskan waktu berkualitas jauh dari kesibukan sehari-hari,” tambahnya.

BACA JUGA: Rise and Move Grand Galaxy Park Mall Bekasi Hadirkan Weekend Sehat dan Seru Bersama Komunitas

Perubahan tren wisata ini juga menjadi perhatian bagi industri hospitality. Wisatawan masa kini dinilai semakin selektif dalam memilih tempat menginap dan lebih tertarik pada pengalaman yang menawarkan wellness, kenyamanan, serta koneksi yang lebih dekat dengan alam dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya sekadar mencari akomodasi, wisatawan kini juga mempertimbangkan suasana yang mendukung relaksasi, ketenangan, hingga pengalaman digital detox selama liburan.

Meningkatnya tren slow travel menjelang libur panjang Waisak dan Hari Lahir Pancasila 2026 mencerminkan perubahan cara masyarakat menikmati waktu liburan. Bukan lagi tentang mengunjungi sebanyak mungkin tempat, tetapi bagaimana menikmati setiap momen perjalanan dengan lebih bermakna.

(mc/pd)