Beberapa Mitos Hantu yang Ada di Gunung

Ilustrasi (dok. instagram/@tamiya05)

Mounture.com — Bagi kalian yang hobi melakukan pendakian ke gunung, pasti sudah tidak asing dengan beberapa mitos mengenai hantu-hantu yang ada di beberapa gunung di Indonesia. Adapun mitos itu disebut masih dipercaya oleh sebagian masyarakat.

Oleh karena adanya mitos tersebut, terkadang di beberapa gunung pun menerapkan norma-norma yang harus ditaati agar tidak membawa malapetaka bagi masyarakat sekitarnya atau orang lain. Nah, berikut ini beberapa mitos hantu yang ada di gunung seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Pasar Dieng Gunung Lawu via Candi Ceto

Di balik keindahan Gunung Lawu tersimpan sebuah kisah mistis yang bisa membuat bulu kuduk berdiri, yaitu mitos mengenai sosok putih berkeliling di pasar Dieng Gunung Lawu via Candi Ceto.

2. Pos Samarantu di Gunung Slamet

Pos Samarantu sendiri merupakan sebuah singkatan yang berarti Samar dan Hantu, yang mana di lokasi ini terdapat konon dihuni oleh sesosok hantu yang menunggu di lokasi Pos 4. Konon hantu yang menghuni Pos ini seringkali menjahili pendaki yang melakukan camp di lokasi tersebut.

3. Pasar Bubrah di Gunung Merapi

Konon di pasar Bubrah ini terdapat pasar gaib, di mana pada lokasi ini beberapa pendaki ada yang ditawari barang unik, setelah sadar pendaki tersebut hanya memegang batu dan ada pendaki yang tersesat melihat keramaian dengan mengenakan pakaian adat jaman dahulu.

4. Pos Pasar Watu di Gunung Sumbing

Pernah ada pendaki yang sering mendengar suara tangisan wanita. Konon katanya di pos Pasar Watu ini ada wanita berambut panjang yang suka mengganggu para pendaki.

5. Arcopodo dan Watu Rejeng di Gunung Semeru

Arcopodo merupakan tempat misteri patung kembar, ada beberapa pendaki yang punya kelebihan untuk melihat patung kembar ini sebesar raksasa dan ada yang bilang patung itu seperti anak kecil.

Sementara Watu Rejeng merupakan tempat bersemayamnya wanita cantik, konon ketika ada pendaki yang kemalaman lewat Watu Rejeng akan mendapatkan gangguan seperti tertawa, menjahili sampai mengikuti jika pendaki sampai kelelahan.

Kendati demikian, ini hanya mitos yang bisa dipercaya atau tidak. Namun, jika ingin mendaki ke gunung manapun, pastikan untuk tidak melakukan hal-hal yang kurang baik ya. Tetap jaga kesopanan dan juga kelestarian alam.

Sebab, hal tersebut dapat merugikan kalian dan orang lain. Selain itu, jangan lupa juga untuk membawa kantong khusus sampah agar tidak merusak keindahan dan kebersihan gunung yang dikunjungi ya. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.