TN Gunung Merapi Buka Objek Wisata Alam Muncar dan Plunyon

Penampakan Gunung Merapi (dok. TNGM)

Mounture.com — Usai ditutup selama setahun akibat pandemi Covid-19, dan peningkatan status vulkanik Gunung Merapi, akhirnya Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali membuka dua objek wisata alam (OWA) yang berada di kawasan TN Gunung Merapi, yaitu OWA Muncar, dan OWA Plunyon mulai 31 Maret 2021 kemarin.

Pembukaan OWA tersebut berdasarkan surat edaran TN Gunung Merapi bernomor PG.04/BTNGM/TU/Ren/03/2021 tentang Pembukaan Terbatas OWA Muncar dan OWA Plunyon TNGM tertanggal 30 Maret 2021. Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa pembukaan dua OWA tersebut berdasarkan surat Kepala BPPTKG, dan juga Surat Kepala BTNGM kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

“Balai Taman Nasional Gunung Merapi akan menerapkan pembukaan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi OWA Muncar dan OWA Plunyon untuk aktivitas wisata alam pada tanggal 31 Maret 2021 dengan jam operasional pukul 09.00 – 15.00 WIB dan setiap hari Senin ditutup untuk pengecekan, pembersihan, serta penyemprotan desinfektan,” tulis surat edaran TN Gunung Merapi.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan pembukaan TN Gunung Merapi OWA Muncar, dan OWA Plunyon dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Sementara untuk tarif masuk OWA Muncar, dan OWA Plunyon berlaku berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2014.

Sebagai informasi, dua objek wisata alam yang saat ini telah dibuka tersebut berada di Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman untuk OWA Muncar (Tlogo Muncar), sedangkan OWA Plunyon berada di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

“Jarak Plunyon ke puncak Gunung Merapi kira-kira 7 kilometer, jadi masih aman. Status Gunung Merapi per 5 November 2020 Siaga level 3. Sementara Tlogo Muncar berjarak kurang lebih 6 kilometer dari puncak Gunung Merapi, jadi masih aman,” tulis akun resmi instagram TNGM (@btngunungmerapi). (MC/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.