Pendakian Gunung Kawinajang 2.651 Mdpl, Simak Rute dan Tarif Ojeknya

Gunung Kawinajang

Foto: Instagram/@cculiidd

Mounture.com — Gunung Kawinajang di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menawarkan pengalaman pendakian petualangan melalui jalur lingkar Kaldera Purba dengan jarak total sekitar 25 kilometer. Jalur ini direkomendasikan bagi pendaki yang ingin berkemah di puncak maupun melakukan perjalanan tektok dan trail run dengan memperhatikan ketentuan waktu perjalanan.

Berdasarkan informasi pendakian yang disampaikan pengelola, puncak Kawinajang berada di ketinggian sekitar 2.651 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pendakian melalui jalur lingkar kaldera ini memiliki karakter petualangan dengan rute melewati punggungan utara dan selatan.

Pendaki disarankan memahami susunan jalur, waktu keberangkatan, serta titik-titik yang dapat dilalui sebelum memulai perjalanan. Sebab, terdapat jalur yang hanya direkomendasikan untuk turun dan satu bagian rute yang ditutup.

Pengelola memberikan rekomendasi waktu keberangkatan berbeda berdasarkan jenis aktivitas pendakian. Pendaki yang berencana berkemah disarankan memulai perjalanan pada pagi atau siang hari, dengan waktu keberangkatan pukul 07.00 WIB.

Sementara itu, pendaki tektok atau pelari trail disarankan memulai perjalanan lebih awal, yakni pukul 22.00 WIB. Pengaturan waktu tersebut ditujukan agar seluruh pendaki, baik yang berkemah, tektok, maupun trail run, dapat memulai perjalanan turun dari puncak Kawinajang paling lambat pukul 08.00 WIB.

Pendaki perlu memperhitungkan jarak perjalanan sekitar 25 kilometer, kondisi fisik, serta waktu yang dibutuhkan untuk melewati jalur. Persiapan perlengkapan dan perbekalan juga perlu disesuaikan dengan jenis perjalanan yang dipilih.

BACA JUGA: 7 Alasan Pendaki Gunung Bisa Jadi Pasangan Ideal, Kamu Setuju?

Pendakian Gunung Kawinajang dimulai dari pos parkiran di Dusun Sumantoro. Dari titik tersebut, pendaki dapat melanjutkan perjalanan menuju Pos 1 melalui kawasan hutan produksi.

Rute kemudian menanjak melewati punggungan utara sebelum turun melalui punggungan selatan menuju Pos 11 yang berada di petilasan Cungkup. Dari kawasan tersebut, pendaki diarahkan kembali menuju pos parkiran melalui jalur yang telah ditentukan.

Jalur punggungan selatan lingkar Kaldera Purba, termasuk Puncak Kawinajang 2 dengan ketinggian sekitar 2.650 mdpl dan kawasan Padang Penyesalan, direkomendasikan hanya sebagai jalur turun.

Ketentuan ini perlu diperhatikan pendaki agar tidak menggunakan jalur turun tersebut sebagai rute pendakian menuju puncak.

Salah satu ketentuan penting dalam informasi pendakian Kawinajang adalah penutupan jalur dari Pos 11 menuju Pos 12 yang berada di kawasan air terjun Watu Gedek.

Dengan penutupan tersebut, pendaki yang tiba di Pos 11 diarahkan untuk langsung menuju pos evakuasi. Titik ini berfungsi sebagai lokasi pertemuan jalur punggungan utara dan punggungan selatan.

Pendaki perlu mengikuti arahan tersebut dan tidak melanjutkan perjalanan melalui jalur Pos 12 menuju air terjun Watu Gedek selama penutupan masih berlaku.

Memahami jalur yang dibuka dan ditutup menjadi bagian penting dari persiapan pendakian, terutama pada rute petualangan dengan jarak panjang seperti lingkar Kaldera Purba Kawinajang.

BACA JUGA: Mau Mendaki Gunung Cikuray dari Jakarta? Ini Rute dan Estimasi Ongkosnya

Untuk membantu menghemat waktu dan tenaga, pendaki dapat menggunakan jasa ojek warga lokal dari pos parkiran menuju Pos 1. Berdasarkan informasi pengelola, jarak perjalanan ojek sekitar 4 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Tarif yang dikenakan sebesar Rp50.000 per orang.

Selain ojek menuju Pos 1, tersedia pula layanan ojek evakuasi jika dibutuhkan. Penjemputan dapat dilakukan di Pos 10 kawasan hutan bambu, sekitar 150 meter setelah pendaki menyeberangi hulu Sungai Lekso. Tarif ojek evakuasi menuju pos parkiran motor di Dusun Sumantoro sebesar Rp100.000 per orang.

Pendaki sebaiknya mengonfirmasi ketersediaan layanan dan tarif kepada pengelola atau penyedia ojek lokal sebelum keberangkatan.

Dengan jarak sekitar 25 kilometer dan karakter jalur petualangan, pendakian lingkar Kaldera Purba Kawinajang membutuhkan persiapan fisik dan logistik yang memadai.

Pendaki perlu membawa perlengkapan sesuai rencana perjalanan, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima, serta memperhitungkan kebutuhan air dan makanan. Penggunaan jasa ojek lokal dapat menjadi pilihan untuk menghemat tenaga pada bagian awal perjalanan, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan persiapan fisik untuk menempuh rute selanjutnya.

Pendaki juga harus mematuhi ketentuan jalur, khususnya rekomendasi penggunaan punggungan selatan sebagai jalur turun dan penutupan akses dari Pos 11 menuju Pos 12 di air terjun Watu Gedek.

Sebelum berangkat, pastikan kembali informasi operasional, kondisi jalur, dan prosedur evakuasi kepada pengelola setempat. Dengan memahami rute serta ketentuan pendakian, perjalanan di Gunung Kawinajang dapat direncanakan dengan lebih baik.

(mc/pd)