
Mounture.com — Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menjadi perhatian. Gunung Anak Krakatau (GAK) di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, resmi naik dari Status Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) setelah mengalami serangkaian erupsi dalam beberapa hari terakhir.
Dengan peningkatan status tersebut, berdasarkan data Magma Indonesia, kini terdapat lima gunung api di Indonesia yang berada pada Status Level III (Siaga).
Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti seluruh rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan aktivitas sejak Kamis, 2 Juli 2026. Berdasarkan data PVMBG, erupsi pertama terjadi pada Kamis (2/7/2026) pukul 14.05 WIB. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 20 detik.
Kolom abu teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak, berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal.
Aktivitas vulkanik kemudian berlanjut dengan dua kali erupsi berikutnya, yakni pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 11.50 WIB, dan Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 20.52 WIB.
Melihat peningkatan aktivitas tersebut, PVMBG menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) yang berlaku mulai Kamis, 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB.
BACA JUGA: 3 Objek Budaya Wonosobo Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026, Ini Daftarnya
Menurut Magma Indonesia, Status Level III (Siaga) diberikan ketika hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api sedang mengalami erupsi.
Pada level ini, potensi aktivitas erupsi masih cukup tinggi sehingga masyarakat diminta tidak beraktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya serta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi.
Data terbaru Magma Indonesia per Senin, 6 Juli 2026, berikut lima gunung api di Indonesia yang berstatus Level III (Siaga).
1. Gunung Anak Krakatau – Lampung
Status meningkat menjadi Siaga setelah mengalami tiga kali erupsi dalam kurun waktu tiga hari.
2. Gunung Awu – Sulawesi Utara
Gunung api di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini masih berada pada Status Level III dan terus dipantau secara intensif.
3. Gunung Lewotobi Laki-laki – Nusa Tenggara Timur
Gunung ini masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi sehingga status Siaga tetap diberlakukan.
4. Gunung Merapi – Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah
Merapi tetap berada pada Status Level III karena aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, termasuk guguran lava dan potensi awan panas.
5. Gunung Semeru – Jawa Timur
Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berstatus Siaga dengan aktivitas erupsi yang terus dipantau oleh PVMBG.
BACA JUGA: Syarat Terbaru Pendakian Gunung Dempo 2026, Wajib Tahu!
Meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu memperhatikan informasi resmi sebelum melakukan perjalanan ke kawasan pegunungan.
Bagi pendaki dan wisatawan, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
– Selalu memantau perkembangan status gunung api melalui Magma Indonesia dan PVMBG.
– Tidak memasuki kawasan rawan bencana atau radius bahaya yang telah ditetapkan.
– Mematuhi seluruh aturan dari pengelola kawasan konservasi maupun jalur pendakian.
– Menunda aktivitas pendakian apabila kondisi gunung dinilai tidak aman.
Aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada informasi resmi dari PVMBG, Magma Indonesia, serta pemerintah daerah setempat.
Dengan meningkatnya status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Siaga), kini terdapat lima gunung api di Indonesia yang berada pada tingkat kewaspadaan tersebut.
Kesadaran untuk mengikuti informasi resmi dan mematuhi rekomendasi keselamatan menjadi langkah penting guna meminimalkan risiko akibat aktivitas vulkanik.
(mc/pd)





