Menjelajah Banyuwangi, Ini 7 Tempat Wisata yang Wajib Kamu Datangi

Travelingyuk.com

Mounture.com — Banyuwangi menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang menarik untuk dijelajahi. Daerah yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata dengan pilihan atraksi yang beragam.

Mengusung slogan The Sunrise of Java, Banyuwangi menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam. Wisatawan juga bisa menemukan kekayaan budaya, desa wisata, kuliner, hingga berbagai destinasi yang memiliki karakter khas.

Mulai dari fenomena blue fire di Kawah Ijen, hutan trembesi De Djawatan, tradisi kopi di Kemiren, hingga pertunjukan budaya Gandrung Sewu, berbagai pilihan tersebut membuat wisata Banyuwangi menarik untuk dimasukkan ke dalam daftar perjalanan.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, berikut beberapa tempat wisata Banyuwangi yang bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke ujung timur Pulau Jawa.

1. Kawah Ijen

Kawah Ijen menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

Kawasan ini berada di ketinggian sekitar 2.368 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikenal memiliki kaldera yang luas. Namun, daya tarik paling ikonik dari Kawah Ijen adalah fenomena blue fire atau api biru.

Fenomena tersebut berkaitan dengan gas belerang yang keluar dari kawasan kawah dan terbakar pada suhu tinggi sehingga menghasilkan nyala berwarna biru. Fenomena api biru di Kawah Ijen menjadi salah satu daya tarik yang membuat destinasi ini dikenal hingga mancanegara.

Untuk melihat blue fire, wisatawan biasanya harus memulai perjalanan pada dini hari. Waktu pengamatan umumnya berada pada sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 WIB, dengan kondisi yang dapat dipengaruhi cuaca dan aktivitas kawasan.

Dari titik awal pendakian, perjalanan menuju kawasan kawah membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam, tergantung kondisi fisik dan kecepatan perjalanan.

Selain blue fire, wisatawan juga dapat menikmati lanskap kawah dan panorama pegunungan yang menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke Ijen.

2. De Djawatan

Ingin menikmati suasana hutan dengan pepohonan berukuran besar? De Djawatan Forest bisa menjadi salah satu pilihan wisata Banyuwangi.

Destinasi yang berada di Desa Benculuk ini menawarkan suasana hutan yang berbeda. Kawasan tersebut dipenuhi pohon trembesi berukuran besar yang membuat suasananya terasa teduh dan khas.

Sejumlah pohon trembesi di kawasan ini diperkirakan telah berusia puluhan hingga lebih dari 100 tahun. Batangnya yang besar serta dipenuhi lumut dan tumbuhan menjalar menjadi salah satu daya tarik utama.

Nama De Djawatan sendiri berkaitan dengan sejarah pengelolaan kawasan kehutanan, sekaligus menjadi pengingat terhadap Perum Perhutani yang pada masa lalu dikenal dengan nama Djawatan Kehutanan.

Dengan karakter lanskapnya yang unik, De Djawatan juga menjadi tempat yang menarik untuk berburu foto. Deretan pohon trembesi raksasa menciptakan suasana yang berbeda dari destinasi wisata alam pada umumnya.

BACA JUGA: Deretan Tempat Bersejarah di Indonesia yang Bisa Jadi Destinasi Liburan

3. Desa Wisata Tamansari

Banyuwangi juga memiliki pilihan wisata berbasis masyarakat melalui Desa Wisata Tamansari yang berada di Kecamatan Licin.

Lokasinya berada di kawasan kaki Gunung Ijen sehingga wisatawan dapat merasakan suasana pedesaan dengan udara yang relatif sejuk serta panorama alam pegunungan.

Desa Tamansari dikenal sebagai desa wisata berbasis Smart Kampung. Di sini wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal, termasuk menginap di homestay, menikmati perkebunan kopi, hingga menjelajahi berbagai potensi wisata desa.

Salah satu yang menarik adalah Sendang Seruni, kolam air yang berasal dari mata air pegunungan. Airnya yang jernih dan segar menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam.

Pengelolaan berbagai potensi wisata tersebut juga melibatkan masyarakat setempat sehingga kunjungan ke Desa Wisata Tamansari tidak sekadar menjadi perjalanan menikmati pemandangan, tetapi juga memberikan pengalaman mengenal kehidupan masyarakat Banyuwangi.

4. Menikmati Kopi Khas Banyuwangi

Bagi pencinta kopi, Banyuwangi memiliki pengalaman wisata yang tidak kalah menarik.

Daerah ini dikenal sebagai salah satu penghasil kopi di Indonesia. Sejumlah perkebunan kopi tersebar di wilayah Banyuwangi, sementara tradisi minum kopi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di beberapa daerah.

Salah satunya dapat ditemukan di Desa Kemiren. Masyarakat setempat memiliki filosofi minum kopi yang dikenal dengan ungkapan “sekali seduh kita bersaudara.”

Wisatawan bahkan dapat merasakan pengalaman membuat kopi secara langsung, mulai dari menyangrai, menumbuk, menyaring biji kopi hingga mempelajari cara penyajiannya.

Selain kopi Kemiren, Banyuwangi juga memiliki sejumlah jenis kopi khas seperti kopi lanang, kopi seblang, serta kopi pingit atau kopi lawas.

Bagi wisatawan, kopi khas Banyuwangi tentu bisa menjadi salah satu pilihan oleh-oleh setelah menjelajahi berbagai destinasi di daerah ini.

5. Museum Blambangan

Jika ingin mengenal sisi sejarah dan budaya Banyuwangi, Museum Blambangan bisa menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi. Museum ini didirikan pada 25 Desember 1977 dan menggunakan nama Blambangan yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Blambangan di wilayah Banyuwangi.

Museum Blambangan memiliki koleksi yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Banyuwangi. Keberadaannya menjadi bagian dari upaya melestarikan berbagai peninggalan bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Banyuwangi.

Wisatawan dapat mengenal lebih jauh mengenai sejarah Banyuwangi sekaligus melihat berbagai koleksi dan replika benda bersejarah.

Salah satu yang menarik adalah koleksi yang berkaitan dengan transportasi pada masa kerajaan, termasuk replika atau peninggalan kereta kuda yang dikaitkan dengan Kerajaan Blambangan.

Mengunjungi museum ini bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat Banyuwangi dari sisi yang berbeda, bukan hanya melalui keindahan alamnya.

BACA JUGA: Buat Pendaki Wanita, Ini Tips Tetap Fresh dan Stylish Saat Naik Gunung

6. Tari Gandrung dan Festival Gandrung Sewu

Banyuwangi tidak hanya memiliki wisata alam, tetapi juga kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah. Salah satunya adalah Tari Gandrung.

Tari Gandrung secara umum dikenal sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat Banyuwangi setelah masa panen. Istilah “gandrung” sendiri memiliki makna rasa terpesona atau kekaguman.

Tarian ini memiliki gerakan khas yang melibatkan tangan, kaki, dan bahu secara selaras sehingga menghasilkan pertunjukan yang ekspresif.

Salah satu agenda budaya yang berkaitan dengan Gandrung adalah Festival Gandrung Sewu. Pertunjukan ini menghadirkan ribuan penari Gandrung dan menjadi salah satu agenda budaya yang identik dengan Banyuwangi.

Festival tersebut digelar dengan latar kawasan Pantai Boom dan panorama Selat Bali. Selain menjadi pertunjukan seni, Gandrung Sewu juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Banyuwangi kepada wisatawan.

7. Pantai Blimbingsari

Buat kamu yang ingin menikmati suasana pantai sekaligus kuliner khas daerah, Pantai Blimbingsari bisa menjadi pilihan. Pantai yang berada di Kecamatan Rogojampi ini dikenal dengan deretan warung yang menawarkan hidangan ikan bakar dan makanan laut.

Suasana pantai dengan hamparan pasir dan suara deburan ombak membuat pengalaman menikmati makanan laut terasa semakin menarik.

Sejumlah jenis ikan seperti kerapu, kakap, hingga ikan lainnya dapat ditemukan di warung-warung sekitar kawasan pantai. Wisatawan bisa menikmati sajian ikan bakar sambil bersantai menikmati suasana pesisir.

Waktu pagi juga menjadi salah satu momen menarik untuk berkunjung. Menikmati suasana matahari terbit kemudian dilanjutkan dengan menyantap ikan bakar menjadi pengalaman yang cocok dengan julukan Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java.

(mc/pd)