Deretan Tempat Bersejarah di Indonesia yang Bisa Jadi Destinasi Liburan

Hotel Majapahit

Hotel Majapahit di Surabaya – Foto: tourism.surabaya.go.id

Mounture.com — Indonesia memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari perjalanan masa kerajaan, kolonialisme, hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Jejak perjalanan tersebut masih dapat ditemukan melalui berbagai bangunan, benteng, istana, museum, hingga kawasan bersejarah yang tersebar di berbagai daerah.

Seiring perkembangan zaman, sejumlah bangunan dan kawasan yang dahulu memiliki fungsi pemerintahan, pertahanan, perdagangan, hingga tempat pengasingan kini dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi.

Mengunjungi tempat-tempat tersebut bukan hanya memberikan pengalaman berwisata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal berbagai peristiwa yang membentuk perjalanan Indonesia.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, berikut sejumlah tempat bersejarah di Indonesia yang dapat menjadi pilihan wisata edukasi, termasuk saat mengisi liburan bersama keluarga.

1. Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta merupakan salah satu kawasan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Batavia pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Kawasan ini dahulu berfungsi sebagai pusat perdagangan dan administrasi.

Kini, bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial di kawasan tersebut menjadi bagian dari tujuan wisata sejarah di Jakarta. Wisatawan dapat mengunjungi sejumlah museum, seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Museum Wayang.

Selain menikmati bangunan dengan arsitektur klasik, pengunjung juga dapat menjelajahi kawasan Kota Tua dengan berjalan kaki maupun menggunakan sepeda ontel.

Kawasan ini dapat menjadi pilihan wisata edukasi bagi keluarga karena anak-anak dapat mengenal sejarah Jakarta secara langsung melalui bangunan dan museum yang ada.

2. Pabrik Gula Gondang Winangoen, Klaten

Pabrik Gula Gondang Winangoen merupakan salah satu peninggalan industri pada masa kolonial yang masih dapat ditemukan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pabrik gula tersebut didirikan pada 1860 oleh NV Klatensche Cultuur Maatschappij. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaannya beralih kepada pemerintah Indonesia dan kemudian berada di bawah pengelolaan BUMN perkebunan.

Kompleks pabrik masih menyimpan sejumlah bangunan dan mesin tua yang menjadi bagian dari sejarah industri gula. Kawasan tersebut kemudian dikembangkan sebagai wisata edukasi sejarah.

Salah satu daya tariknya adalah Museum Gula Gondang Winangoen, yang menyimpan berbagai informasi dan koleksi terkait sejarah industri gula. Museum ini juga dikenal sebagai museum gula yang memiliki nilai penting bagi sejarah industri gula di kawasan Asia Tenggara.

3. Benteng Fort Rotterdam, Makassar

Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu bangunan bersejarah yang berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Benteng ini pada awalnya dibangun oleh Kerajaan Gowa sebagai bagian dari sistem pertahanan. Setelah VOC menguasai kawasan tersebut, benteng mengalami perubahan dan digunakan sebagai pusat pemerintahan serta pertahanan.

Saat ini, Fort Rotterdam menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Makassar. Di dalam kompleksnya terdapat Museum La Galigo yang menyimpan berbagai koleksi terkait sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan.

Mengunjungi Fort Rotterdam memungkinkan wisatawan melihat langsung arsitektur benteng sekaligus mengenal perjalanan sejarah Makassar dan masyarakat Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: Kementerian Pariwisata Kecam Dugaan Perburuan Penyu dengan Speargun di Raja Ampat

4. Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta

Museum Benteng Vredeburg merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang populer di Yogyakarta. Bangunan ini pada awalnya didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai benteng pertahanan sekaligus sarana untuk mengawasi aktivitas Kesultanan Yogyakarta.

Setelah Indonesia merdeka, fungsi bangunan tersebut berubah dan kemudian dikembangkan sebagai museum. Berbagai koleksi dan diorama di dalamnya menceritakan perjalanan sejarah Indonesia, khususnya berbagai peristiwa yang berkaitan dengan perjuangan menuju kemerdekaan.

Karena memiliki unsur sejarah dan edukasi, Museum Benteng Vredeburg dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin mengenalkan sejarah Indonesia kepada anak-anak dengan cara yang lebih interaktif.

5. Lawang Sewu, Semarang

Lawang Sewu menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung ini dahulu digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda.

Bangunan tersebut juga menjadi saksi sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, termasuk Pertempuran Lima Hari di Semarang.

Nama Lawang Sewu secara harfiah berarti “seribu pintu”. Namun, jumlah pintu sebenarnya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki sekitar 928 pintu dan bukaan yang menjadi salah satu ciri khas arsitekturnya.

Setelah melalui proses pemugaran, Lawang Sewu kini dibuka sebagai destinasi wisata. Pengunjung dapat menikmati arsitektur bangunan sekaligus mengenal sejarah perkembangan perkeretaapian di Indonesia.

6. Istana Maimun, Medan

Istana Maimun merupakan peninggalan Kesultanan Deli yang berada di Kota Medan, Sumatera Utara. Bangunan ini didirikan pada akhir abad ke-19 dan menjadi salah satu ikon sejarah serta budaya di Medan.

Salah satu daya tarik Istana Maimun adalah perpaduan unsur arsitektur Melayu, Timur Tengah, India, dan Eropa. Perpaduan tersebut membuat bangunan memiliki karakter arsitektur yang khas.

Saat berkunjung, wisatawan dapat melihat berbagai peninggalan yang berkaitan dengan Kesultanan Deli, menikmati arsitektur istana, hingga mengenal sejarah kerajaan Melayu di Sumatera Utara.

BACA JUGA: 5 Mitos Hantu di Gunung Indonesia, Ada Pasar Gaib hingga Sosok Wanita

7. Hotel Majapahit, Surabaya

Hotel Majapahit di Surabaya memiliki kaitan erat dengan salah satu peristiwa bersejarah setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Bangunan tersebut awalnya bernama L.M.S Hotel dan didirikan pada 1910 oleh keluarga Sarkies. Dalam perjalanan sejarahnya, hotel ini beberapa kali berganti nama, termasuk Hotel Oranje, Hotel Yamato, dan Hotel Hoteru, sebelum kemudian dikenal sebagai Hotel Majapahit.

Pada 19 September 1945, terjadi peristiwa perobekan bagian berwarna biru dari bendera Belanda yang dikibarkan di hotel tersebut sehingga menyisakan warna merah dan putih. Peristiwa itu menjadi salah satu momen yang dikenang dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Surabaya.

Saat ini, Hotel Majapahit juga menawarkan tur sejarah bagi pengunjung. Dalam tur tersebut, wisatawan dapat mengenal sejarah bangunan, arsitektur, serta berbagai cerita yang berkaitan dengan perjalanan hotel.

8. Rumah Pengasingan Bung Karno, Ende

Ende di Nusa Tenggara Timur memiliki tempat penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, salah satunya Rumah Pengasingan Bung Karno.

Soekarno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Ende pada 1934 dan tinggal di kota tersebut hingga 1938. Rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama masa pengasingan kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah.

Masa pengasingan di Ende kerap dikaitkan dengan proses pemikiran Soekarno mengenai kebangsaan, persatuan, dan kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.

Bagi wisatawan, Rumah Pengasingan Bung Karno dapat menjadi tempat untuk mengenal salah satu fase penting dalam perjalanan kehidupan tokoh yang kemudian menjadi presiden pertama Indonesia.

9. Boven Digoel, Papua Selatan

Boven Digoel di Papua Selatan juga memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan politik pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia.

Wilayah yang dahulu dikenal dengan nama Digul Atas tersebut pernah menjadi tempat pengasingan sejumlah tokoh pergerakan. Beberapa nama yang tercatat pernah diasingkan di kawasan tersebut antara lain Sutan Sjahrir, Sayuti Melik, Marco Kartodikromo, dan Mohammad Hatta.

Wisatawan yang ingin mengenal sejarah Boven Digoel dapat mengunjungi sejumlah situs yang berkaitan dengan masa pengasingan, termasuk kawasan bekas penjara, Taman Makam Pahlawan, serta Tugu Monumen Bung Hatta.

Selain wisata sejarah, Boven Digoel juga memiliki potensi wisata alam berupa sejumlah air terjun, seperti Air Terjun Kun dan Atakat di wilayah Distrik Iniyandit serta Air Terjun Aman D di Distrik Arimop.

(mc/pd)