
Mounture.com — Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir menggelar perayaan budaya dan kuliner bertajuk “1001 Naniura” pada akhir pekan lalu.
Kegiatan ini sekaligus mencatatkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) melalui penyajian 1001 hidangan Naniura, kuliner tradisional khas Batak yang kerap dijuluki sebagai “sashimi khas Nusantara”.
Acara yang berlangsung di ballroom Marianna Resort tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh budaya, pelaku industri pariwisata, media, hingga tamu undangan dari berbagai wilayah.
Melalui kegiatan ini, Marianna Resort ingin memperkenalkan kembali Naniura sebagai salah satu warisan kuliner Batak yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan potensi besar sebagai daya tarik wisata gastronomi di kawasan Danau Toba.
BACA JUGA: 3 Aktivitas Alam Bebas yang Seru dan Murah untuk Liburan Keluarga Bersama Anak
Naniura merupakan hidangan tradisional masyarakat Batak yang terbuat dari ikan segar dan diolah tanpa proses memasak menggunakan api.
Ikan dimatangkan dengan perasan jeruk khas Batak serta racikan rempah-rempah tradisional yang menghasilkan cita rasa unik dan khas. Selama berabad-abad, Naniura dikenal sebagai hidangan istimewa yang sering disajikan dalam berbagai acara adat masyarakat Batak.
General Manager Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir, I Ketut Gunarta, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menjadi festival kuliner, melainkan juga bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
“Naniura bukan hanya makanan tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Batak. Kami ingin memperkenalkan kembali kekayaan kuliner ini kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan yang datang ke Danau Toba,” ujarnya.
Menurutnya, pencatatan rekor LEPRID menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Naniura sebagai salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang layak dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap Naniura tidak hanya dikenal sebagai kuliner khas Batak, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dicari wisatawan saat berkunjung ke Danau Toba dan Pulau Samosir,” tambahnya.
BACA JUGA: Aktivis Jerman Kayuh Sepeda 17.000 Km untuk Kampanye Save Soil, Soroti Krisis Degradasi Tanah Global
Suasana budaya Batak sudah terasa sejak awal acara. Para tamu disambut pertunjukan musik tradisional dan tarian Tor-Tor yang menghadirkan nuansa khas Samosir ke dalam ballroom resort.
Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah sesi Storytelling Naniura, yang mengangkat sejarah dan filosofi kuliner khas Batak tersebut melalui pertunjukan visual di videotron.
Dalam sesi ini, para tamu diajak mengenal asal-usul Naniura yang pada masa lalu dikenal sebagai hidangan kehormatan bagi raja dan tokoh penting dalam tradisi masyarakat Batak.
Puncak acara berlangsung saat LEPRID secara resmi menetapkan rekor penyajian 1001 hidangan Naniura. Sertifikat penghargaan diserahkan kepada manajemen Marianna Resort sebagai bentuk apresiasi atas upaya pelestarian dan promosi kuliner tradisional Batak melalui kegiatan berskala besar.
Perwakilan pemerintah daerah yang hadir memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara tersebut. Mereka menilai kolaborasi antara sektor pariwisata dan pelestarian budaya menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Batak kepada generasi muda sekaligus memperkuat daya tarik Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Marianna Resort juga memperkenalkan Naniura sebagai salah satu menu unggulan yang tersedia di restoran The Rise Restaurant.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen resort dalam mendukung pengembangan wisata gastronomi serta mengangkat kuliner lokal ke dalam industri perhotelan dan pariwisata modern.
Acara kemudian ditutup dengan makan bersama menggunakan sajian Naniura yang dinikmati seluruh tamu undangan sebagai simbol kebersamaan serta penghormatan terhadap warisan budaya Batak.
Melalui kegiatan “1001 Naniura”, Marianna Resort berharap kuliner khas Batak semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menjadi daya tarik baru yang memperkuat pariwisata Danau Toba dan Pulau Samosir.
(mc/ril)





