Wedding Weekend, Konsep Pernikahan Multi-Hari yang Mulai Dilirik Pasangan Indonesia

Wedding

Mounture.com — Konsep resepsi pernikahan di Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya pesta pernikahan identik dengan acara konvensional berdurasi dua hingga tiga jam, kini semakin banyak pasangan yang menginginkan pengalaman pernikahan yang lebih santai, personal, dan berkesan.

Salah satu tren yang mulai banyak diminati adalah wedding weekend, yakni konsep pernikahan multi-hari yang menggabungkan akomodasi, seremoni, serta waktu berkualitas bersama keluarga dan sahabat dalam satu lokasi.

Konsep ini memungkinkan pasangan tidak hanya menggelar resepsi, tetapi juga mengajak orang-orang terdekat menikmati rangkaian perayaan selama dua hingga tiga hari.

Pergeseran tren tersebut sejalan dengan Wedding Trend Survey Report 2025 dari platform industri Bridestory yang melibatkan 5.000 calon pengantin.

Survei tersebut menunjukkan adanya kecenderungan pasangan memilih konsep pernikahan yang lebih terkurasi dan intim. Sebanyak 42 persen pasangan memilih jumlah tamu menengah, yakni 101–300 orang, untuk menciptakan suasana pernikahan yang lebih hangat dan dekat.

Sementara itu, sebanyak 13,6 persen responden secara spesifik merencanakan destination atau staycation wedding di kawasan penyangga seperti Bogor, Bandung, dan Bali.

Minat terhadap venue terbuka seperti outdoor venue dan resort juga disebut terus menguat dengan kisaran 10–15 persen, seiring pasangan mulai mencari alternatif dari ballroom konvensional di pusat kota.

BACA JUGA: Gunung Leutik Bogor: Wisata Bukit di Tengah Perkebunan Kelapa Sawit

Berbeda dengan pesta pernikahan konvensional yang biasanya berlangsung dalam waktu singkat, wedding weekend dirancang sebagai pengalaman multi-hari.

Format yang umum diterapkan adalah tiga hari dua malam atau dua hari satu malam.

Pada hari pertama, rangkaian acara dapat dimulai dengan welcome dinner yang lebih santai. Hari kedua menjadi momen utama dengan akad atau pemberkatan dan resepsi, sedangkan hari terakhir dapat diisi dengan sarapan bersama atau farewell brunch sebelum para tamu meninggalkan lokasi.

Konsep tersebut memberikan kesempatan bagi pasangan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan sahabat.

Dengan demikian, momen pernikahan tidak hanya berisi prosesi formal dan sesi bersalaman dengan tamu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menciptakan pengalaman bersama.

Meski menawarkan pengalaman yang lebih personal, konsep wedding weekend juga memiliki tantangan tersendiri.

Kompleksitas pengelolaannya bahkan dinilai lebih tinggi dibandingkan resepsi yang hanya berlangsung satu malam.

Rina Kusuma, perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Jasa Penyelenggara Pernikahan (APPGINDO), mengatakan perubahan preferensi generasi sekarang menunjukkan keinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang terdekat.

Namun, konsep wedding weekend juga menjadi ujian dari sisi logistik.

“Tantangan terbesar bukan pada dekorasi, melainkan alur akomodasi,” ujarnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain distribusi kamar, titik kumpul keluarga dari luar kota, akses vendor, hingga rencana cadangan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Tanpa sistem informasi yang jelas, tamu justru berpotensi kebingungan meskipun seluruh rangkaian acara digelar dalam satu kawasan.

BACA JUGA: Festival Senggigi 2026 Digelar Tiga Bulan, Dorong Kebangkitan Pariwisata Lombok

Meningkatnya minat terhadap konsep destination wedding dan staycation wedding turut mendorong popularitas resort di kawasan penyangga Jakarta.

Salah satu wilayah yang mulai dilirik adalah Rancamaya, Bogor Selatan. Lokasi tersebut menawarkan akses relatif mudah dari Jakarta melalui Tol Jagorawi sekaligus menghadirkan suasana alam terbuka dan lingkungan yang lebih tenang dibandingkan venue pernikahan di pusat kota.

Sejumlah properti di kawasan tersebut juga mulai menawarkan konsep yang mengintegrasikan venue pernikahan dengan fasilitas akomodasi.

Salah satunya adalah Amanuba Hotel & Resort Rancamaya, yang memadukan ruang perayaan semi-terbuka dengan fasilitas kamar untuk kebutuhan keluarga dan tamu.

Konsep terintegrasi seperti ini memungkinkan pasangan menyelenggarakan berbagai rangkaian acara di satu kawasan, mulai dari prosesi pra-nikah, akad atau pemberkatan, resepsi, hingga waktu istirahat keluarga.

Agar konsep wedding weekend berjalan lancar, pasangan dan wedding organizer perlu memperhatikan setidaknya tiga aspek utama.

1. Pusat informasi terpadu

Pasangan perlu menyiapkan digital itinerary yang berisi jadwal acara, pembagian kamar, dress code, lokasi kegiatan, serta nomor kontak yang dapat dihubungi dalam kondisi darurat.

2. Kesiapan teknis dan ruang cadangan

Venue perlu diverifikasi sejak awal, termasuk kapasitas daya listrik, batas kebisingan, akses keluar-masuk vendor, serta ketersediaan ruang indoor sebagai rain backup plan ketika acara outdoor terganggu hujan.

3. Waktu pemulihan

Jadwal jangan dibuat terlalu padat. Pasangan, keluarga inti, terutama orang tua, membutuhkan waktu istirahat yang cukup sebelum memasuki acara utama.

Pengaturan waktu yang lebih longgar juga menjadi salah satu keunggulan wedding weekend karena memungkinkan seluruh pihak menikmati rangkaian acara tanpa merasa terburu-buru.

(mc/ns)