Manajemen Logistik saat Mendaki Gunung Leuser

(Mounture.com) — Gunung Leuser yang terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara merupakan gunung dengan jalur terpanjang di Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 3.381 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan karakteristik yang sangat unik.

Untuk melakukan pendakian ke gunung ini, pendaki pun harus mengerti mengenai sistem manajemen logistik. Adapun manajemen logistik ini harus benar-benar diterapkan kala mendaki ke Gunung Leuser dikarenakan perjalanan yang cukup panjang, hampir belasan hari pulang-pergi.

Salah seorang penggiat alam bebas, Furky Syahroni dalam akun instagram-nya (@furkyrs) membagikan sistem manajemen logistik yang dia dan timnya lakukan saat melakukan pendakian Gunung Leuser, beberapa waktu lalu.

“Jujur saja, awalnya aku bingung bagaimana manajemen logistik untuk ekspedisi sepanjang belasan hari. Namun, di perjalanan ke Leuser kemarin selain dapat view dan trek yang menantang, aku juga dapat ilmu baru dari kak @neniritonga_ent tentang manajemen logistik di Leuser. (beliau yang atur perjalanan kami kemarin),” tulis dia dalam caption foto di instagram.

Berikut ini rincian mengenai manajemen logistik saat mendaki ke Gunung Leuser seperti dikutip dari akun instagram @furkyrs.

1. Makan berat hanya kami lakukan pagi dan malam. Dengan lauk yang sudah diracik. Tinggal panasin, goreng, ataupun rebus.

2. Makan siang hanya snack (makanan ringan) dengan kalori yang cukup (agar menghemat waktu istirahat siang).

3. Pack atau satukan nasi dan lauk makan berat untuk 1 kali makan tim (contoh: makan pagi hari pertama untuk 9 orang dihitung 1 pack).

4. Lakukan juga untuk snack siang tim.

5. Hitung berapa durasi perjalanan, lalu totalkan berapa pack makanan berat dan snack yang harus dibawa.

6. Untuk durasi 11 hari= 21 makanan berat (hari terakhir makan malam berat sudah di basecamp), 9 makanan ringan (kesepakatan tim).

7. Makanan cadangan= Makanan berat 2 pack dan beras untuk 2 kali makam tim.

8. Karena kami akan melewati jalur yang sama saat pulang, makanan sebagian di tanam di pos-pos yang sudah ditentukan. Jadi tidak perlu dibawa semua hingga summit.

9. Bagi beban logistik secara merata ke seluruh tim.

10. Hitung sisa logistik secara berkala saat di tengah perjalanan (menghindari kesalahan estimasi dan penyesuaian).

“Begitulah sedikit banyak manajemen yang kami lakukan di Leuser kemarin. Tapi ingat, mungkin ada yang cocok dan tidak cocok. Karena manajemen logistik sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Contohnya durasi pendakian, pola makan masing-masing pendaki, kecepatan mendaki secara tim, dan lain-lain,” ungkap Furky.

“Intinya, mengatur logistik itu tidak boleh disepelekan, namun juga tidak sulit. Hanya perlu diperhitungkan saja. Dan ingat, buang sisa sampahnya jangan di gunung yah,” tutup dia. (MC/RIL)

Foto: dok. Instagram/@furkyrs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.