Mengenal Fenomena Kabut di Gunung

Mounture.com — Bagi kalian yang sering melakukan aktivitas di alam bebas, seperti pendaki gunung mungkin sudah tidak asing dengan kabut. Kabut seringkali ditemui di lokasi ketinggian, seperti di gunung.

Melansir akun resmi instagram Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), @gunung_ciremai, dijelaskan bahwa kabut merupakan uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi yang mirip awan. Kabut umumnya terbentuk oleh hawa dingin yang membuat uap air berkondensasi dengan kadar kelembaban mendekati seratus persen.

Kabut memiliki dua ukuran, yakni tebal dan tipis. Kabut bisa sangat tebal sehingga menutupi pandangan kita. Tapi juga terkadang sangat tipis sehingga pandangan kita masih bisa terjaga.

Adapun kabut ini muncul ketika uap air mengalami proses pencairan atau pengembunan. Nah, selama kondensasi itu molekul uap air bergabung untuk membuat tetesan air kecil di udara. Oleh karenanya, kabut bisa terlihat mata akibat adanya tetesan-tetesan air tebal yang didukung udara lembab. Uniknya, kabut bisa datang tiba-tiba. Namun bisa juga cepat menghilang.

Kabut terkadang menjadikan pendaki gunung kehilangan momen, sebab kehadiran kabut yang secara tiba-tiba membuat pendaki kesulitan mengabadikan momen-momen terbaik saat di puncak gunung, seperti sunrise atau sunset. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.