Legenda Danau Kaco di Jambi

Danau Kaco di Jambi (dok. Pegipegi.com)

Mounture.com — Danau Kaco yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup diminati. Danau yang memiliki pesona air yang jernih ini memiliki luas sekitar 30×30 meter.

Dibalik keindahannya yang memukau, ternyata danau ini memiliki legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Dilansir dari laman Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), disebutkan bahwa masyarakat adat Lekuk 50 Tumbi atau masyarakat Lempur memiliki kepercayaan mengenai warna dan kejernihan danau.

Menurut masyarakat, di malam hari sekalipun danau ini akan memancarkan cahaya keemasan dan berkilau sehingga orang yang bermalam di sekitarnya tidak membutuhkan penerangan tambahan.

Kendati cerita atau legenda yang muncul berbeda-beda nama tokoh, namun dari segi cerita sendiri baik hasil wawancara dengan tokoh desa maupun tokoh adat dengan hasil penulusuran melalui media elektronik mengisahkan kisah yang sama. Konon ceritanya, dahulu kala di tanah Lekuk 50 Tumbi ini dipimpin oleh seorang Raja atau Depati yang memiliki putri yang cantik jelita.

Karena kecantikan Sang Putri inilah banyak pangeran dan raja yang datang untuk meminang sang putri. Pada saat datang meminang, para raja dan pangeran ini membawa hantaran dan hadiah untuk mengambil hati pemimpin Lempur dan putrinya.

Kemudian, Sang Raja merasakan dilema yang sangat besar dalam hatinya. Sebab, apabila dia salah mengambil keputusan mengenai siapa yang pinangannya diterima, akan menimbulkan peperangan diantara mereka dan menjadikan situasi Lempur menjadi tidak aman.

Sang Raja kemudian mengambil keputusan bahwa kecaantikan putrinya ini merupakan anugerah sekaligus bencana bagi kehidupan masyarakat Lekuk 50 Tumbi.

Lalu, Sang Raja akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup putrinya sendiri demi keamanan warganya. Kemudian Raja mencari tempat yang layak untuk peristirahatan putrinya.

Pada saat melakukan perjalanan, Raja juga membawa serta semua seserahan atau hantaran yang dibawa oleh pangeran dan raja yang meminang putrinya. Di tengah jalan, Raja kemudian membuang seserahan yang berupa intan dan emas ini ke danau. Intan dan emas inilah yang dipercaya masyarakat memberikan warna unik dan kilauan di malam hari pada air di Danau Kaco sampai saat ini. (MC/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.