Ini Prinsip Etika Bertualang yang Harus Ditaati

Mounture.com — Belakang ini, aktivitas di alam bebas sudah menjadi primadona. Mulai dari kaum muda hingga tua melakoni kegiatan bertualang, baik itu mendaki gunung, bersepeda atau kegiatan lainnya.

Adapun tingginya animo dalam melakukan kegiatan di alam bebas tersebut, pastinya membawa dampak positif bagi daerah-daerah wisata tersebut. Namun, ada juga dampak negatif yang akan didapatkan dari tingginya minat bertualang itu.

Peningkatan sampah, polusi udara hingga suara, rusaknya sumber mata air, hingga gangguan terhadap kehidupan alam liar, seperti tumbuhan dan hewan menjadi dampak negatif akibatnya ramainya kegiatan di luar ruang (outdoor) itu.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua, sebelum melakukan kegiatan di alam bebas itu mengetahui batasan-batasan mengenai kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menikmati alam bebas.

Nah, berikut ini 7 prinsip etika bertualang yang harus ditaati demi kelestarian alam yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Persiapan dan perencanaan,

Kalian harus mempersiapkan segala hal saat akan melakukan aktivitas di alam bebas, seperti mempelajari peraturan atau regulasi wilayah yang akan kalian eksplor. Mulai dari status wilayah yang akan kalian kunjungi apakah wilayah konservasi, taman nasional atau lainnya.

Selain itu, kalian juga harus merencanakan kunjungan yang kalian lakukan. Adapun perencana tersebut harus bersifat positif agar tidak membuat wilayah yang kalian kunjungi tetap lestari seperti awalnya.

2. Toleransi dengan orang lain.

Kalian harus menghormati dan toleransi terhadap orang-orang yang tinggal dan bekerja di wilayah yang akan kalian kunjungi untuk melakukan petualangan. Selain itu, kalian juga mesti menaati aturan yang berlaku di wilayah itu, di mana setiap wilayah memiliki aturan tak baku yang sudah turun temurun ada.

3. Hormati kehidupan liar,

Jika melihat ada tumbuhan atau hewan liar yang kalian temui saat bertualang, maka kalian hanya boleh untuk mengamatinya dari jauh. Jangan mendekati atau mengikuti. Hindari mengganggu hewan liar atau memburunya.

4. Berjalan dan berkemah di permukaan yang tahan lama,

Tidak mendirikan tenda terlalu dekat (ada jarak) dengan sumber air seperti mata air, sungai, atau danau. Selain itu, lakukanlah kemah di tempat yang sewajarnya atau telah ditentukan oleh pihak pengelola atau warga setempat.

5. Biarkan yang kalian lihat dan temukan,

Jangan melakukan tindakan-tindakan yang bisa merusak atau mengganggu kelestarian alam. Seperti melakukan vandalisme, mengubah susunan artefak, memetik bunga edelweis atau hal lainnya. Ingat tetap jaga kelestarian wilayah yang kalian kunjungi.

6. Buang limbah dengan benar,

Lakukan pengemasan limbah saat masuk dan keluar, periksa area berkemah dan sekelilingnya. Kemasi semua sampah dan sisa-sisa makanan dan bawa kembali sampahnya turun. Jangan buang sampah sembarangan di wilayah yang kalian kunjungi.

7. Minimalisir penggunaan api,

Jangan membuat perapian atau api unggun saat di alam bebas, sebab akan berpotensi membuat kebakaran hutan. Oleh karenanya, minimalisir penggunaan api. Gunakan api hanya untuk memasak dengan menggunakan kompor portabel dan ringan dengan bahan bakar yang disesuaikan dengan jenis masakan. (MC/RL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.