Ini Perbedaan Pendakian Ultralight dan Tradisional

Ilustrasi pendaki gunung (Mounture.com/DenChito)

Mounture.com — Belakangan ini, metode pendakian ultralight tergolong mulai digunakan oleh sebagian pendaki gunung, mesti tidak semua pendaki mengerti mengenai metode tersebut.

Melansir dari laman Cozmeed, dijelaskan bahwa pendakian ultralight merupakan cara melakukan perjalanan maupun pendakian dengan membawa peralatan dan perbekalan yang lebih ringan tanpa harus meninggalkan prinsip keamanan. Dengan membawa peralatan atau perbekalan yang ringan ini tidak akan mengganggu kenyamanan Anda saat menikmati alam.

Kendati demikian, banyak yang salah paham mengenai pengertian ultralight itu sendiri, yang mana mereka mengartikannya dengan mengurangi peralatan yang dibawa. Padahal dalam pendakian ultralight itu, pendaki tidak mengurangi peralatan yang dibawa atau perbekalan yang penting, tetapi lebih membuat ringkas peralatan yang memiliki banyak fungsi sehingga beban bisa dipangkas.

Ultralight tidak hanya bisa diterapkan perseorangan namun bisa diterapkan berkelompok dengan syarat dan juga beberapa ketentuan tentunya. Yang penting diperhatikan pendaki yang ingin melakukan ultralight hiking ini harus memiliki perencanaan yang matang supaya keamanan dalam perjalanan tetap terjaga dengan baik.

Nah, dari penjelasan pendakian ultralight tersebut, maka kalian harus bisa mengetahui perbedaan antara pendakian ultralight dengan pendakian tradisional. Di mana, perbedaan yang paling mendasar ialah berat beban pendakian tradisional harus ditimbang supaya tidak melebihi kapasitas dari bobot Anda.

Adapun untuk pendakian ultralight ini beban barang yang dibawa paling ringan 10 sampai dengan 20 pon sedangkan tradisional ini bisa lebih dari 30 pon.

Perbedaan selanjutnya yaitu pendakian ultralight ini mengefisiensikan sumber daya yang ada baik waktu, tenaga, bekal dan perlengkapannya. Untuk teknik tradisional ini barang bawaan akan disesuaikan dengan berat badan dan lama pendakian. Semakin lama pendakian maka semakin banyak barang yang akan dibawanya.

Teknik ultralight ini mewajibkan pendaki untuk menentukan hari dan waktu pendakian, memilih jalur efektif untuk pendakian, menyiapkan peralatan dan juga kebutuhan yang dibutuhkan. Pendaki juga bisa menentukan tempat menginap yang tepat.

Tujuan dari ultralight ini adalah menghindari kesalahan meski sekecil mungkin. Pendakian ultralight yang dilakukan ini mendatangkan manfaat selain itu pendakian berjalan sesuai dengan target maupun keinginan misalnya saja adalah mengurangi membawa peralatan yang tidak membawa bermanfaat, membawa peralatan multifungsi dan juga tidak membawa logistik yang berlebihan.

Dari segi keamanan ultralight maupun pendakian tradisional ini sama-sama aman. Hanya saja, pendaki yang mendaki dengan cara tradisional maupun mendaki dengan teknik ultralight harus tahu seperti apa mendaki yang aman tersebut. Dalam segi keamanan ultralight akan membahayakan jika pendaki mencari jalur pendakian yang praktis.

Banyak yang mendaki dengan ultralight ini mengejar efisiensi waktu dengan mendaki di jalur yang berbahaya dan berisiko tinggi. Peralatan yang dipakai inipun juga harus bisa memenuhi standar keamanan. Jangan hanya karena ingin lebih ringan dalam mendaki terus mengabaikan keselamatan dan keamanan dengan membawa barang yang standar keamanannya tidak bagus.

Perbedaan yang terakhir dari segi kenyamanan. Jika dilihat dari segi kenyamanannya maka bisa dipastikan jika ultralight hiking ini jauh lebih nyaman dikarenakan pendaki tidak membawa beban yang berlebih, peralatan yang dibawa ini akan jauh bermanfaat dan bisa memiliki dua fungsi sekaligus sehingga lebih efektif dan juga lebih efisien.

Tak hanya itu, perbekalan pendaki pun akan cukup tidak kurang dan tidak lebih sehingga pendakian akan terasa lebih mengesankan dan tidak melelahkan.

Kendati demikian, pendakian ultralight yang terlihat menarik, dan menguntungkan ini tidak disarankan untuk pemula. Sebab, pendaki pemula harus tahu lebih dahulu mengenai metode pendakian tradisional hingga menguasai teknik tersebut baru beralih ke teknik ultralight.

Adapun pendakian ultralight tidak disarankan kepada pendaki pemula, dikarenakan pendakian serba ringkas itu membutuhkan perencanaan, dan juga perhitungan yang matang. Di mana ilmu dan teknik survival akan didapatkan jika pendaki sudah mahir mendaki tradisional kemudian beralih menggunakan teknik ultralight ini.

Saat pendaki menggunakan teknik ultralight hiking ini penambahan berat barang meski hanya 100 gram saja akan mempengaruhi pendakian sehingga jangan pernah menyarankan kepada orang lain untuk meringkas peralatan dan barang bawaan mereka saat mendaki tanpa memperhatikan keamanannya. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.