5 Gunung Indonesia dengan Trek Tersulit, Hanya Cocok untuk Pendaki Berpengalaman

Ekspedisi Leuser

Foto: Instagram/@gunungleusernationalpark

Mounture.com — Indonesia dikenal sebagai negara dengan ribuan gunung yang menawarkan panorama alam luar biasa. Namun di balik keindahannya, ada sejumlah gunung dengan jalur pendakian yang terkenal sangat berat dan menantang.

Beberapa gunung di Indonesia bahkan memiliki trek ekstrem seperti tanjakan curam, jalur berbatu tajam, hingga medan teknis yang membutuhkan kemampuan navigasi dan fisik yang kuat.

Bagi pendaki pemula, gunung-gunung ini tidak direkomendasikan untuk didaki tanpa pengalaman yang cukup. Berikut daftar 5 gunung di Indonesia dengan trek pendakian tersulit yang dikenal menantang bahkan bagi pendaki berpengalaman.

1. Gunung Leuser

Gunung Leuser yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan salah satu gunung dengan jalur pendakian paling berat di Indonesia.

Gunung dengan ketinggian sekitar 3.404 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memiliki trek yang sangat panjang dan membutuhkan waktu pendakian hingga 10–14 hari pulang pergi.

Tantangan utama pendakian Gunung Leuser antara lain jalur hutan hujan tropis yang sangat lebat, banyak lintasan sungai dan rawa, minim sumber logistik, hingga navigasi yang sulit karena jalur tidak selalu jelas.

Karena itu, pendakian Gunung Leuser umumnya hanya dilakukan oleh tim pendaki yang sudah sangat berpengalaman.

2. Gunung Binaiya

Gunung tertinggi di Kepulauan Maluku ini memiliki ketinggian 3.027 mdpl dan dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling menantang di Indonesia.

Trek pendakian Gunung Binaiya terkenal sangat panjang dan melewati berbagai tipe ekosistem. Beberapa tantangan yang dihadapi pendaki antara lain hutan tropis yang sangat rapat, jalur licin dan berlumpur, perubahan cuaca yang cepat, serta medan panjang hingga 10–12 hari perjalanan.

Selain fisik yang kuat, pendaki juga harus memiliki kemampuan manajemen logistik yang baik.

BACA JUGA: Ketentuan Pendakian Gunung Gede Pangrango 2026: Syarat, Harga Tiket, dan Jalur Resmi

3. Gunung Raung

Gunung Raung di Jawa Timur dikenal sebagai salah satu gunung dengan jalur teknis paling ekstrem di Pulau Jawa. Gunung dengan ketinggian 3.344 mdpl ini memiliki kaldera raksasa dan jalur puncak yang membutuhkan teknik panjat tebing.

Beberapa tantangan utama Gunung Raung, antara lain jalur berbatu tajam dan curam, tanjakan ekstrem menuju puncak, jalur teknis yang membutuhkan tali, dan risiko tinggi bagi pendaki tanpa pengalaman mountaineering.

Karena itu, banyak pendaki hanya sampai Puncak Sejati atau Puncak Bendera, sementara summit sejati membutuhkan kemampuan teknis khusus.

4. Gunung Latimojong

Gunung Latimojong merupakan gunung tertinggi di Sulawesi dengan puncaknya, Rante Mario, berada di ketinggian 3.478 mdpl. Pendakian gunung ini terkenal sangat menguras stamina karena jalurnya yang panjang dan terus menanjak.

Beberapa tantangan Gunung Latimojong antara lain trek panjang hingga lebih dari 60 km pulang pergi, banyak tanjakan panjang tanpa bonus trek, jalur hutan lebat yang cukup melelahkan, dan waktu pendakian yang bisa mencapai 6–8 hari.

Pendaki harus memiliki kondisi fisik yang sangat baik sebelum mencoba mendaki gunung ini.

5. Puncak Jaya

Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid adalah gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Gunung ini bukan sekadar pendakian biasa, tetapi termasuk kategori pendakian teknis kelas dunia.

Beberapa tantangan utama Puncak Jaya, di antaranya jalur panjat tebing vertikal, cuaca ekstrem di pegunungan Papua, logistik yang sangat kompleks, serta membutuhkan kemampuan rock climbing profesional.

Karena tingkat kesulitannya, Puncak Jaya bahkan masuk dalam daftar Seven Summits dunia versi Oceania.

(mc/pd)