0

Mengenal Gunung Bulusaraung di Sulawesi Selatan

  • 21 September 2022 07:08

Puncak Gunung Bulusaraung (Foto: Instagram/@muhammad.wahyuu___)

Mounture.com — Gunung Bulusaraung yang berlokasi di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki di wilayah Indonesia Bagian Timur (IBT), terutama Provinsi Sulawesi Selatan.

Gunung dengan ketinggian mencapai 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memiliki titik awal pendakian yang bisa ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan dari pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Meski tidak menjulang terlalu tinggi jika dibanding dengan gunung-gunung lainnya, namun gunung ini menghadirkan sensasi yang luar biasa. Sebab, trek untuk menuju ke puncaknya harus digapai dengan menguras tenaga ekstra, lantaran di awal pendakian kalian akan memulai perjalanan dengan melewati ribuan anak tangga.

BACA JUGA: Simak! Ini Ketentuan Mendaki Gunung Bulusaraung

Selain itu, jalur pendakian pun terbilang cukup terjal dan di sini para pendaki harus mempersiapkan fisik dan mental yang kuat sebelum melakukan pendakian ke Gunung Bulusaraung.

Gunung ini memiliki 10 pos peristirahatan termasuk pos terakhir yang berada di puncak. Adapun untuk mendirikan tenda atau camp, pendaki bisa memanfaatkan pos 9, di mana pada lokasi ini biasanya pendaki banyak mendirikan camp karena tidak terlalu jauh untuk menuju ke puncak demi menikmati pemandangan matahari terbit.

(Foto: Instagram/@muhammad.wahyuu___)

Perjalanan dari pos 9 menuju puncak Gunung Bulusaraung memakan waktu sekitar 30 menit. Puncak dari Gunung Bulusaraung ditandai dengan adanya pemancar radio milik Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (BTNBB).

Dari atas puncak, pendaki dapat menyaksikan pemandangan indah dari hamparan Karst Maros yang menjadi bonus pendakian ke gunung ini. Sepanjang jalur pendakian menuju puncak gunung, kalian dapat menjumpai berbagai macam jenis tumbuhan mulai dari pohon rotan, kemiri, dan juga kelapa.

Selain itu, Gunung Bulusaraung juga menjadi habitat asli beberapa fauna seperti kera hitam, musang, dan berbagai jenis kupu-kupu. (MC/PC)