Mau Mendaki Gunung Kawi? Ini Estimasi Pendakiannya

Puncak Batu Tulis Gunung Kawi (1)

Foto: wisatamalangku.com

Mounture.com — Gunung Kawi di Jawa Timur menjadi salah satu destinasi pendakian yang kian diminati pendaki lokal maupun luar daerah.

Berada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Gunung Kawi menawarkan jalur pendakian yang beragam dengan tingkat kesulitan menengah, menjadikannya cocok untuk pendaki pemula yang ingin naik kelas maupun pendaki berpengalaman yang mencari jalur santai namun tetap menantang.

Dengan ketinggian sekitar 2.551 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Kawi dapat didaki dengan sistem tektok (satu hari) maupun camping 2–3 hari, tergantung jalur dan ritme perjalanan yang dipilih.

Durasi pendakian Gunung Kawi relatif fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik serta jalur yang digunakan. Secara umum, estimasi waktu pendakian adalah sebagai berikut:

– Pendakian tektok (PP): 8–12 jam

– Pendakian camping: 2–3 hari perjalanan

– Waktu naik ke puncak: 4–6 jam dari basecamp (rata-rata)

Pendakian tektok biasanya dilakukan melalui jalur yang lebih populer dan jelas, sementara jalur yang lebih panjang cocok untuk pendaki yang ingin menikmati suasana hutan dan bermalam.

BACA JUGA: BIG Rilis Peta NKRI Terbaru 2025, Perkuat Akurasi Wilayah dan Standar Nama Negara

Dari sisi biaya, mendaki Gunung Kawi tergolong ramah di kantong dibandingkan banyak gunung lain di Jawa Timur.

– Simaksi pendakian: sekitar Rp20.000 per orang

– Parkir motor: Rp10.000

– Parkir mobil: Rp20.000

Sehingga total biaya wajib pendakian berkisar Rp30.000–Rp45.000 per orang, belum termasuk konsumsi dan perlengkapan pribadi.

Bagi pendaki pemula atau yang memilih jalur sepi, tersedia pula guide lokal dengan estimasi biaya mulai dari Rp300.000–Rp500.000 per rombongan, tergantung jalur dan durasi pendakian.

BACA JUGA: Damri Tawarkan Tarif Spesial Jakarta–Malang, Naik Bus Double Decker Mulai Rp300 Ribuan

Gunung Kawi memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan pengalaman pendaki, antara lain:

1. Jalur Precet – paling populer dan relatif ramah

2. Jalur Keraton – sering digunakan untuk pendakian tektok

3. Jalur Kucur – jalur lebih sepi dan menantang

4. Jalur Ngantang – jalur baru dengan trek lebih panjang dan landai

Setiap jalur memiliki karakteristik berbeda, mulai dari kontur tanah, vegetasi, hingga akses air.

Selain panorama alam pegunungan, Gunung Kawi juga dikenal memiliki nuansa budaya dan spiritual yang kental. Karena itu, pendaki diimbau untuk tetap menjaga etika, kebersihan, serta menghormati kearifan lokal selama berada di kawasan gunung.

Dengan estimasi waktu yang fleksibel, biaya terjangkau, serta jalur yang beragam, Gunung Kawi menjadi pilihan menarik bagi pendaki yang ingin menikmati pendakian santai namun tetap berkesan di Jawa Timur.

(mc/ns)