Pendaki Wajib Tahu! Gunung Salak dan Kawah Ratu Ditutup Sementara

Gunung Halimun Salak

Mounture.com — Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menutup sementara aktivitas pendakian Gunung Salak dan tracking Kawah Ratu mulai 2 September 2026. Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan di kawasan taman nasional.

Berdasarkan pengumuman Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak melalui akun Instagram resminya, penutupan mulai berlaku pada 2 September 2026 pukul 06.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai upaya preventif mengingat aktivitas wisata pendakian dan tracking berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama apabila terdapat aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan hutan.

Penutupan sementara pendakian Gunung Salak berlaku di empat pintu masuk, yaitu Pintu Masuk Cidahu, Pintu Masuk Pasir Reungit, Pintu Masuk Cimalati, dam Pintu Masuk Ajisaka.

Dengan demikian, pendaki yang berencana melakukan pendakian Gunung Salak melalui jalur-jalur tersebut untuk sementara tidak dapat melakukan aktivitas pendakian hingga adanya informasi pembukaan kembali dari pihak Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

BACA JUGA: 11 Alasan Pendaki Mulai Jarang Mendaki Gunung, Kamu yang Mana?

Selain pendakian Gunung Salak, aktivitas tracking Kawah Ratu juga ikut ditutup sementara. Penutupan tracking Kawah Ratu berlaku pada dua pintu masuk, yakni pintu Masuk Cidahu, dan pintu Masuk Pasir Reungit.

Bagi wisatawan yang telah merencanakan perjalanan menuju Kawah Ratu melalui kedua akses tersebut, disarankan menunda kunjungan sampai kawasan kembali dinyatakan aman dan dibuka oleh pengelola.

Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak menyebut penutupan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Risiko kebakaran menjadi perhatian karena aktivitas manusia di kawasan hutan dapat menjadi salah satu faktor pemicu kebakaran, terutama melalui penggunaan api atau kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan sumber panas.

Karena itu, pengelola juga mengingatkan seluruh pengunjung untuk tidak menyalakan api dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan.

Penutupan akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pendaki dan wisatawan diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dari kanal resmi Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak sebelum merencanakan pendakian atau tracking.

Bagi calon pendaki Gunung Salak maupun wisatawan yang ingin mengunjungi Kawah Ratu, penting untuk memastikan status jalur terlebih dahulu agar tidak datang ketika kawasan masih dalam masa penutupan.

(mc/pd)