
Foto: Instagram/@sulissulistianiii
Mounture.com — Jalur pendakian Gunung Ciremai melalui Palutungan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, akan ditutup sementara mulai 10 September 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan potensi kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Informasi penutupan sementara tersebut disampaikan melalui akun Instagram @ppgc.palutungan. Dalam pengumumannya, penutupan dilakukan menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) terkait upaya pencegahan potensi kebakaran hutan.
“Seluruh aktivitas pendakian Taman Nasional Gunung Ciremai ditutup sementara terhitung mulai tanggal 10 September 2026,” demikian informasi yang disampaikan pengelola.
Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki sekaligus melindungi kelestarian ekosistem hutan Gunung Ciremai dari risiko kebakaran selama kondisi musim kemarau.
Sebagai informasi, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai sebelumnya telah menetapkan penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai mulai 6 September 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PG.20/T.33/TU/KSA.02.02/B/08/2026 yang ditetapkan di Kuningan pada 31 Agustus 2026. Dalam pengumuman tersebut, seluruh jalur pendakian di kawasan TNGC ditutup sementara hingga kondisi risiko kebakaran hutan dinyatakan aman.
Artinya, penutupan tidak hanya berlaku untuk jalur Palutungan, tetapi juga mencakup jalur pendakian Gunung Ciremai lainnya yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.
BACA JUGA: Perhutani Ingatkan Larangan Pendakian Gunung di Jawa Barat Selama Musim Kemarau
Penutupan pendakian Gunung Ciremai dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meningkat selama musim kemarau.
Kondisi vegetasi yang lebih kering dapat meningkatkan risiko munculnya dan meluasnya kebakaran apabila terjadi sumber api di kawasan hutan. Aktivitas manusia, termasuk kegiatan pendakian, juga menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi selama periode tersebut.
Selain meminimalisir risiko kebakaran, penutupan jalur pendakian juga bertujuan menjaga keutuhan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai serta memastikan keselamatan pengunjung.
Dengan diberlakukannya penutupan sementara, calon pendaki maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas pendakian Gunung Ciremai selama masa penutupan.
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menyatakan bahwa informasi mengenai perkembangan situasi serta pembukaan kembali jalur pendakian akan disampaikan melalui kanal informasi resmi.
Pembukaan jalur pendakian akan dilakukan setelah kondisi risiko kebakaran hutan dinyatakan aman dan terdapat informasi resmi dari pihak pengelola TNGC.
Bagi calon pendaki yang telah merencanakan pendakian Gunung Ciremai, penting untuk terus memantau informasi terbaru dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai maupun pengelola jalur pendakian sebelum melakukan perjalanan.
(mc/mg)





