Keselamatan Pendaki Jadi Prioritas, TN Gunung Rinjani Perbaiki Jalur Sembalun hingga Torean

TN Gunung Rinjani

Foto: TN Gunung Rinjani

Mounture.com — Aktivitas pendakian di Gunung Rinjani terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan para pendaki, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) melakukan berbagai pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana di sejumlah jalur pendakian populer.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengelola dalam menciptakan pengalaman pendakian yang lebih aman sekaligus menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Indonesia.

Berbagai pekerjaan pemeliharaan saat ini sedang berlangsung dan akan terus dilakukan pada jalur Sembalun, Senaru, Torean, Timbanuh, Tetebatu, hingga Aik Berik.

Jalur Sembalun yang menjadi salah satu rute favorit menuju puncak Gunung Rinjani mendapatkan sejumlah peningkatan fasilitas keselamatan.

Beberapa pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan bronjong pada lokasi sebelum Pos 3, tangga Pelawangan menuju puncak, serta jalur menuju Danau Segara Anak.

Selain itu, BTNGR juga memasang geobag setelah Pos 4, Jalur Naga, dan area tangga Pelawangan menuju puncak. Pemasangan reling besi serta tali pengaman dilakukan pada beberapa titik rawan setelah Pos 4 dan Jalur Naga.

Tak hanya itu, Jembatan Hijau yang menjadi salah satu akses penting bagi pendaki juga mendapatkan perbaikan.

BACA JUGA: Mau Naik Gunung Sindoro? Ini Panduan Lengkap Jalur Kledung untuk Pendaki

Pada Jalur Senaru, pekerjaan difokuskan pada peningkatan keselamatan pendaki melalui pemasangan reling dan tali pengaman.

Fasilitas tersebut dipasang di jalur dari Batu Ceper menuju Pelawangan Senaru yang dikenal memiliki beberapa titik dengan kontur medan cukup menantang.

Keberadaan reling diharapkan dapat membantu pendaki melintasi jalur dengan lebih aman, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Sementara jalur Torean yang belakangan semakin populer karena menawarkan panorama alam spektakuler juga menjadi fokus pemeliharaan.

BTNGR melakukan pemasangan tangga besi sebelum Air Terjun Penimbungan serta pemasangan dek besi sebagai sambungan tangga setelah kawasan air terjun tersebut.

Selain itu, reling dan tali pengaman dipasang pada titik Batu Licin dan area penyeberangan sungai yang selama ini menjadi salah satu lokasi yang membutuhkan perhatian ekstra dari para pendaki.

Pengelola juga tengah membangun shelter yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung selama pendakian.

BACA JUGA: Syarat Mendaki Gunung Rinjani 2026, Pendaki Wajib Tahu Sebelum Berangkat

Pada Jalur Timbanuh, pekerjaan difokuskan pada perbaikan Jembatan Kali Blimbing yang menjadi akses penting menuju kawasan pendakian.

Selain itu, dilakukan pula pemasangan reling besi, tali pengaman, dan pengeprasan vegetasi di kawasan Jurang Rajek guna meningkatkan keamanan serta kenyamanan pengguna jalur.

Upaya peningkatan fasilitas juga dilakukan pada Jalur Tetebatu dan Aik Berik.

Di Jalur Tetebatu, BTNGR membangun tangga pada kawasan Mata Air Aten Manuk, memasang reling dan tali menuju Puncak Sangkareang atau Kondo, serta mengganti sejumlah tali dan reling yang sudah tidak layak.

Sementara di Jalur Aik Berik, pekerjaan meliputi pemasangan reling, tali pengaman, dan pengeprasan lahan pada beberapa titik jalur pendakian.

Perbaikan dan pemeliharaan sarana pendakian ini menjadi bagian dari komitmen Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dalam meningkatkan standar keselamatan di salah satu gunung paling populer di Indonesia.

Dengan kondisi jalur yang lebih baik, risiko kecelakaan diharapkan dapat diminimalkan tanpa mengurangi pengalaman petualangan yang menjadi daya tarik utama Gunung Rinjani.

BTNGR juga mengingatkan seluruh pendaki untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan, menggunakan jalur sesuai peruntukannya, serta menjaga fasilitas yang telah dibangun bersama.

Selain mengutamakan keselamatan, pendaki juga diminta tetap menerapkan prinsip pendakian bertanggung jawab dengan tidak meninggalkan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan selama berada di kawasan taman nasional.

(mc/ns)