0

Festival Reog Ponorogo Diharapkan Jadi Event Internasional

(Foto: dok. Kemenparekraf)

Mounture.com — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap perhelatan Festival Reog Ponorogo bisa menjadi event bertaraf internasional, sehingga bisa berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku parekraf di Ponorogo dan sekitarnya.

Menparekraf Sandiaga, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Ponorogo atas suksesnya mengantarkan Festival Reog Ponorogo 2022 masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.

“Mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan dan terus diperbaiki sehingga bisa menjadi event international di masa yang akan datang,” kata Menparekraf melalui keterangan resmi.

Dalam mendorong Festival Reog Ponorogo sebagai event international, Kemenparekraf memberikan dukungan untuk mendaftarkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda yang diusulkan Indonesia ke UNESCO. Sekaligus mengajukan Ponorogo sebagai UNESCO Creative Cities Network.

Sandiaga, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya akan persiapkan Ponorogo menjadi bagian dari yang akan diusulkan kepada UNESCO Creative Cities Network, setelah itu akan dicoba lagi agar reog juga bisa didorong sebagai warisan budaya tak benda.

“Karena bagi kami kalau Ponorogo masuk UCCN ini luar biasa, karena penilaiannya sangat detail. Dan begitu masuk event-event, wisatawan mancanegara akan ke sini, terlebih karena ini bisa menjadi jaringan dari kota-kota kreatif UNESCO,” ujarnya.

BACA JUGA: Dieng Culture Festival Akan Kembali Digelar pada September 2022

Indonesia sendiri dikatakan Menparekraf memiliki ribuan warisan budaya yang luar biasa, ada 1.239 warisan budaya tak benda, salah satunya seni pertunjukan reog, yang menjadi daya tarik wisata pembangkit ekonomi.

“Kita tentu tidak ingin jika kekayaan budaya kita diakui oleh bangsa lain. Karenanya saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut andil menjaga dan melestarikan Reog Ponorogo ini agar menjadi kebanggaan dan warisan budaya yang diakui oleh dunia,” tutur Sandiaga.

Festival Reog Ponorogo ketujuh tahun 2022 merupakan rangkaian dari kegiatan Grebeg Suro sekaligus hari jadi Kabupaten Ponorogo ke-526. Event ini sempat terhenti akibat pandemi covid-19, seiring dengan penurunan kasus, maka event ini dapat dilaksanakan secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan.

Festival Reog Ponorogo yang berlangsung sejak 25 – 29 Juli 2022 ini mendapatkan respon yang baik dari sanggar kesenian Reog di berbagai kota di Indonesia.

Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta festival yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Jember, Malang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Gresik, dan sebagainya. (MC/RIL)