Mau Menikmati Sunrise di Kelimutu? Simak Jam Buka dan Lokasi yang Diizinkan

Gunung Kelimutu (dok. Facebook/Taman Nasional Kelimutu)

Mounture.com — Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memberlakukan jam operasional wisata normal mulai pukul 04.30 hingga 16.00 WITA.

Kebijakan ini memungkinkan wisatawan kembali menikmati panorama matahari terbit atau sunrise setelah evaluasi pemulihan pascagempa Flores pada 15 Agustus 2026.

Balai Taman Nasional Kelimutu mengumumkan normalisasi aktivitas wisata tersebut melalui Pengumuman Nomor PG.4/T.40/TU/KSA.04.01/B/10/2026 tentang Normalisasi Aktivitas Wisata Kawasan Taman Nasional Kelimutu.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil asesmen dan koordinasi dengan berbagai pihak. Dalam evaluasi tersebut, frekuensi dan magnitudo gempa susulan setelah gempa utama pada 15 Agustus 2026 dilaporkan mulai berkurang.

Selain itu, hasil evaluasi aktivitas Gunung Api Kelimutu periode 15 Agustus–15 Oktober 2026 dari Pusat Pemantauan Gunung Api Kelimutu menunjukkan status aktivitas gunung berada pada Level I atau Normal.

Normalisasi jam kunjungan juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat untuk melakukan pemulihan psikologis atau trauma healing melalui kegiatan pariwisata.

Meski jam operasional telah kembali normal, pengelola tetap memberlakukan pembatasan di sejumlah titik demi menjaga keselamatan pengunjung.

BACA JUGA: 7 Tips Mengurangi Risiko Mulas dan Ingin BAB saat Mendaki Gunung

Berdasarkan pengumuman Balai Taman Nasional Kelimutu, pelayanan loket tiket dibuka mulai pukul 04.30 hingga 16.00 WITA. Dengan jam pelayanan tersebut, wisatawan dapat merencanakan kunjungan lebih pagi untuk menikmati panorama matahari terbit di kawasan Kelimutu.

Adapun lokasi yang diizinkan untuk dikunjungi meliputi Arboretum, Anjungan Garugiwa, Mesbah Pati Ka, dan view point puncak. Pengunjung juga wajib mengikuti jalur wisata resmi yang telah ditetapkan pengelola.

Wisatawan perlu memperhatikan rambu-rambu dan arahan petugas selama berada di kawasan taman nasional. Pengunjung juga dilarang melewati pagar pembatas atau memasuki area yang telah ditutup demi keselamatan bersama.

Meskipun aktivitas wisata kembali normal, view point Danau Ata Polo atau Danau Kawah I masih ditutup untuk umum. Penutupan dilakukan setelah ditemukan retakan pada dinding kawah yang berpotensi memicu longsoran ke bagian bawah. Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi keselamatan pengunjung sehingga akses ke lokasi belum diizinkan sampai ada evaluasi lebih lanjut.

Karena itu, wisatawan yang berencana mengunjungi Taman Nasional Kelimutu perlu memastikan hanya mendatangi lokasi yang telah dinyatakan aman dan dibuka untuk kegiatan wisata. Pengunjung juga dilarang keras melintasi pagar pembatas, rambu peringatan, maupun barikade pengamanan di titik-titik rawan.

BACA JUGA: Daftar 16 Gunung di Jawa Tengah, Lengkap dengan Ketinggian dan Lokasinya

Selain potensi bahaya geologi, pengelola mengingatkan pengunjung agar mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi musim kemarau.

Wisatawan dilarang menyalakan api sembarangan maupun membuang puntung rokok yang berpotensi memicu kebakaran. Pengunjung juga wajib membawa sampah kembali atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

Balai Taman Nasional Kelimutu menegaskan bahwa normalisasi jam operasional bukan berarti seluruh area wisata telah dibuka tanpa pembatasan.

Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, berjalan di jalur resmi, mematuhi instruksi petugas, serta memperhatikan kondisi lingkungan selama berkunjung.

Dengan penyesuaian ini, wisatawan dapat kembali menikmati keindahan Taman Nasional Kelimutu, termasuk panorama matahari terbit, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kelestarian kawasan.

(mc/pd)