Takut Digigit Pacet Saat Mendaki? Ini 6 Cara untuk Menghindarinya

Pacet di Gunung

Mounture.com — Pacet atau lintah menjadi salah satu hewan yang cukup ditakuti para pendaki gunung. Meski umumnya tidak tergolong berbahaya, gigitan pacet dapat membuat kulit terasa gatal dan menimbulkan luka yang berpotensi mengalami infeksi jika tidak ditangani dengan baik.

Pacet banyak ditemukan di tempat yang lembap, termasuk kawasan hutan tropis. Hewan ini dapat berada di sekitar jalur pendakian, mulai dari rerumputan, daun, batang pohon, hingga area yang memiliki kondisi basah.

Kemunculan pacet biasanya lebih sering menjadi perhatian ketika pendaki melewati jalur yang lembap atau basah. Tak jarang, pacet menempel tanpa disadari hingga pendaki menemukan adanya darah pada bagian tubuh atau pakaiannya.

Karena itu, melakukan pencegahan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum dan selama mendaki gunung. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko terkena gigitan pacet atau lintah.

Berikut cara mencegah gigitan pacet saat mendaki gunung.

1. Gunakan pakaian tertutup

Menggunakan pakaian tertutup menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi kemungkinan pacet menempel langsung pada kulit.

Pendaki disarankan menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang, terutama ketika melewati jalur yang lembap, bersemak, atau memiliki rerumputan cukup tinggi.

Selain melindungi dari pacet, pakaian tertutup juga dapat membantu melindungi kulit dari goresan ranting, dedaunan, maupun gigitan serangga lainnya. Pastikan bagian ujung pakaian tidak terlalu longgar agar celah yang memungkinkan pacet masuk dapat diminimalkan.

2. Gunakan gaiters

Gaiters merupakan perlengkapan yang dipasang pada bagian bawah kaki hingga menutupi area sepatu dan sebagian celana. Perlengkapan ini biasanya digunakan untuk melindungi kaki dari lumpur, air, pasir, kerikil, maupun berbagai material yang terdapat di jalur pendakian.

Selain itu, gaiters juga dapat menjadi lapisan tambahan untuk mengurangi kemungkinan pacet masuk melalui celah antara sepatu, kaus kaki, dan celana. Penggunaan gaiters semakin berguna ketika pendaki melewati jalur yang basah, berlumpur, atau dipenuhi rerumputan.

3. Hindari duduk sembarangan saat beristirahat

Pendaki sebaiknya tidak langsung duduk atau bersandar sembarangan ketika menemukan lokasi untuk beristirahat. Sebab, pacet dapat ditemukan di lingkungan yang lembap seperti rerumputan, dedaunan, batang pohon, maupun permukaan tanah yang basah. Kondisi tersebut membuat pendaki berpotensi tidak menyadari keberadaan pacet di sekitar tempat istirahat.

Sebelum duduk, periksa terlebih dahulu kondisi lokasi. Jika memungkinkan, gunakan matras atau alas untuk mengurangi kontak langsung dengan tanah dan vegetasi. Pendaki juga sebaiknya tidak bersandar langsung pada batang pohon atau duduk di semak-semak yang basah.

BACA JUGA: Jangan Asal Simpan, Ini Cara Merawat Tas Carrier Setelah Mendaki

4. Gunakan lotion atau repellent sebagai perlindungan tambahan

Menggunakan lotion antiserangga atau repellent juga dapat menjadi salah satu langkah tambahan untuk membantu mengurangi gangguan hewan tertentu selama pendakian.

Namun, efektivitas produk terhadap pacet dapat berbeda-beda sehingga penggunaannya sebaiknya tidak dijadikan sebagai satu-satunya cara perlindungan.

Pendaki tetap perlu mengutamakan pakaian tertutup dan perlengkapan seperti gaiters. Jika menggunakan repellent, ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan hindari mengaplikasikannya pada kulit yang terluka.

5. Gunakan garam di sekitar area camp dengan bijak

Garam kerap digunakan oleh sebagian pendaki sebagai salah satu cara untuk mengurangi keberadaan pacet di sekitar area camp. Jika ingin mencobanya, garam dapat ditaburkan secara terbatas di sekitar area tertentu yang dianggap rawan dilalui pacet. Namun, cara ini sebaiknya tidak dianggap sebagai perlindungan yang pasti efektif.

Selain itu, pendaki perlu memperhatikan prinsip Leave No Trace dan kondisi lingkungan sekitar. Jangan menaburkan garam secara berlebihan ke tanah, vegetasi, atau sumber air karena dapat berdampak terhadap lingkungan.

Cara yang lebih aman adalah menjaga area camp tetap bersih, memilih lokasi yang tidak terlalu lembap, serta melakukan pemeriksaan terhadap pakaian dan perlengkapan sebelum masuk ke dalam tenda.

6. Gunakan minyak kayu putih sebagai perlindungan tambahan

Minyak kayu putih juga kerap digunakan oleh sebagian pendaki untuk membantu mengurangi gangguan pacet. Aroma minyak esensial tertentu dipercaya dapat membuat pacet enggan mendekat, meski efektivitasnya tidak dapat dianggap sebagai perlindungan utama.

Jika ingin menggunakannya, oleskan secukupnya pada kulit yang tidak terluka dan hentikan pemakaian apabila muncul iritasi.

Sama seperti penggunaan lotion atau repellent, minyak kayu putih sebaiknya hanya menjadi perlindungan tambahan. Pakaian tertutup, gaiters, dan pemeriksaan tubuh tetap menjadi langkah yang lebih penting selama berada di jalur pendakian.

BACA JUGA: 4 Kebiasaan Unik Pendaki Gunung di Indonesia, Kamu Pasti Pernah Melakukannya

Jika pacet sudah terlanjur menempel, jangan panik dan jangan langsung menariknya secara kasar. Setelah pacet berhasil dilepaskan, bersihkan area gigitan menggunakan air dan sabun. Apabila masih terjadi perdarahan, tekan bagian tersebut menggunakan kain atau kasa bersih.

Hindari menggaruk bekas gigitan karena dapat membuat luka semakin iritasi dan meningkatkan risiko infeksi. Jika bekas gigitan menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan yang semakin meluas, bengkak, terasa panas, keluar cairan atau nanah, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Pacet memang menjadi salah satu gangguan kecil yang kerap ditemui ketika mendaki, khususnya saat melewati kawasan hutan yang lembap dan jalur basah.

Meski demikian, risiko terkena gigitan pacet dapat diminimalkan dengan persiapan yang tepat. Menggunakan pakaian tertutup, gaiters, tidak duduk sembarangan, serta rutin memeriksa tubuh dan perlengkapan merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan pendaki.

Dengan persiapan tersebut, perjalanan mendaki gunung pun bisa menjadi lebih nyaman tanpa terlalu khawatir dengan gangguan pacet di sepanjang jalur.

(mc/ns)