
Mounture.com — Prospek pariwisata Indonesia pada 2026 diperkirakan semakin cerah seiring meningkatnya mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemerintah menargetkan 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang tahun, sementara meningkatnya minat wisatawan Asia terhadap perjalanan jarak dekat (short-haul travel) diprediksi menjadi katalis pertumbuhan industri pariwisata nasional.
Momentum positif tersebut diyakini akan berdampak langsung pada sektor perhotelan. Permintaan terhadap akomodasi yang nyaman, fleksibel, dan mampu memenuhi kebutuhan berbagai tipe perjalanan diperkirakan terus meningkat sepanjang tahun.
Seiring berkembangnya industri pariwisata, pola perjalanan wisatawan juga mengalami perubahan.
Jika sebelumnya perjalanan didominasi liburan singkat, kini semakin banyak wisatawan memilih menghabiskan waktu lebih lama di destinasi wisata maupun kota-kota bisnis.
Fenomena ini didorong oleh meningkatnya tren bleisure (business and leisure), budaya remote working, hingga keinginan wisatawan untuk menikmati pengalaman yang lebih mendalam selama berada di suatu destinasi.
Perubahan perilaku tersebut membuat kebutuhan terhadap hotel tidak lagi sekadar sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi ruang untuk bekerja, beristirahat, sekaligus menikmati pengalaman lokal.
BACA JUGA: Liburan ke Danau Toba Makin Seru! Marianna Resort Hadirkan Paket Escape Lake Toba dengan Diskon 15%
Melihat prospek positif industri pariwisata Indonesia, Marclan International terus memperkuat kesiapan jaringan hotel yang dikelolanya.
Sebagai perusahaan manajemen perhotelan yang mengoperasikan berbagai properti di sejumlah destinasi strategis, Marclan International berkomitmen menghadirkan pengalaman menginap yang berkualitas sekaligus mampu mengikuti perubahan kebutuhan wisatawan modern.
Chandra Himawan, Head of Marketing Marclan International, menuturkan bahwa pihaknya melihat adanya perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengutamakan fleksibilitas dan pengalaman selama bepergian.
“Tidak sedikit tamu yang kini menggabungkan perjalanan bisnis dengan liburan atau memilih tinggal lebih lama untuk bekerja dari destinasi pilihan mereka. Karena itu, kami terus menyesuaikan layanan dan produk hotel agar mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan tren perjalanan, Marclan International menghadirkan konsep long stay di sejumlah hotel yang dikelolanya.
Beberapa properti yang menawarkan program tersebut antara lain TMG Hotel Tebet, Jakarta, dan Swarga Suites Bali Berawa, Bali.
Program long stay dirancang untuk memenuhi kebutuhan tamu yang ingin menginap lebih lama, baik untuk perjalanan bisnis, bekerja dari jarak jauh (remote working), maupun menikmati liburan dengan durasi yang lebih fleksibel.
Selain menawarkan kenyamanan menginap, hotel-hotel tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung produktivitas sekaligus memberikan pengalaman menginap yang lebih personal.
BACA JUGA: Wisata Pontianak: 15 Destinasi Ikonik, Kuliner Legendaris, dan Susur Sungai Kapuas
Meningkatnya jumlah wisatawan membuat pelaku industri hospitality dituntut lebih adaptif dalam menghadirkan layanan.
Marclan International memastikan seluruh hotel yang dikelolanya siap menghadapi lonjakan wisatawan melalui peningkatan kualitas layanan, penyempurnaan fasilitas, serta pengalaman menginap yang disesuaikan dengan kebutuhan tamu.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi berbagai segmen wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pertumbuhan sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren positif membuka peluang besar bagi industri perhotelan untuk terus berinovasi.
Permintaan terhadap hotel yang menawarkan fleksibilitas, fasilitas kerja, serta pengalaman menginap yang nyaman diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya tren bleisure dan remote working.
Melalui berbagai inovasi layanan, termasuk program long stay, Marclan International berupaya menjawab kebutuhan tersebut sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin kompetitif.
(mc/ns)





