Wisata Ranu Darungan: Surga Bird Watching dan Anggrek Alam di Kaki Semeru

Wisata Ranu Darungan

Foto: TNBTS

Mounture.com — Di balik popularitas Gunung Bromo dan Gunung Semeru, terdapat sebuah destinasi alam yang masih belum banyak diketahui wisatawan. Namanya Ranu Darungan, sebuah kawasan ekowisata yang berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dikelilingi hutan pegunungan yang masih alami, Ranu Darungan menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang asri, kawasan ini juga menyimpan kekayaan biodiversitas berupa anggrek alam, ratusan jenis burung, serta berbagai aktivitas wisata berbasis konservasi.

Dikutip dari keterangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), disebutkan bahwa Ranu Darungan menjadi salah satu hidden gem di kaki Gunung Semeru yang cocok bagi pecinta alam, pengamat burung, fotografer satwa liar, hingga wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari keramaian.

Salah satu daya tarik utama Ranu Darungan adalah keberadaan orchidarium pegunungan pertama di Indonesia.

Fasilitas konservasi ini dibangun untuk melindungi sekaligus memperkenalkan kekayaan anggrek alam yang hidup di kawasan TNBTS. Orchidarium tersebut memiliki luas sekitar 2.800 meter persegi dan menjadi rumah bagi ratusan koleksi anggrek pegunungan.

Berdasarkan data hingga Januari 2026, tercatat terdapat 309 jenis anggrek di kawasan TNBTS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 259 jenis anggrek atau sekitar 84 persen telah dikoleksi dan dikonservasi di Orchidarium Ranu Darungan.

Menariknya, terdapat 11 jenis anggrek endemik Pulau Jawa yang menjadi bagian dari koleksi konservasi tersebut.

Keberadaan orchidarium ini menjadikan Ranu Darungan sebagai destinasi menarik bagi peneliti, pecinta tanaman, hingga wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan flora pegunungan Indonesia.

BACA JUGA: Cara Pesan Tiket Pendakian Gunung Argopuro Lewat Ayo Ke Taman Nasional, Simak Panduan Lengkapnya

Selain anggrek, Ranu Darungan juga dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk aktivitas bird watching di kawasan TNBTS.

Berdasarkan hasil pendataan, kawasan ini menjadi habitat bagi 162 jenis burung yang berasal dari 53 genus berbeda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 jenis merupakan burung endemik Pulau Jawa.

Keanekaragaman avifauna yang tinggi membuat Ranu Darungan menjadi lokasi favorit bagi pengamat burung dan fotografer satwa liar.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, pengelola juga menyediakan stasiun pengamatan burung yang memungkinkan pengunjung mengamati aktivitas burung di habitat alaminya tanpa mengganggu ekosistem sekitar.

Selain menikmati pemandangan alam, wisatawan juga dapat mengikuti berbagai aktivitas edukatif berbasis konservasi.

Salah satu kegiatan yang banyak diminati adalah trekking menyusuri jalur hutan untuk mengamati anggrek yang tumbuh secara alami di habitatnya.

Pengunjung juga dapat mengikuti program bird watching yang didampingi pemandu lokal resmi dan berpengalaman. Kehadiran pemandu membantu wisatawan mengenali berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di kawasan Ranu Darungan.

Melalui kegiatan ini, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di kawasan konservasi.

BACA JUGA: Potret Jefri Nichol Mendaki Gunung Ciremai, Akui Serunya Pengalaman Pertama Naik Gunung

Keberhasilan pengelolaan Ranu Darungan tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat sekitar kawasan.

Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian alam, masyarakat kini turut berperan sebagai relawan konservasi bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Melalui pengelolaan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat, Ranu Darungan terus berkembang sebagai destinasi ekowisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menjelajahi hidden gem di kaki Semeru, Ranu Darungan menawarkan kombinasi lengkap antara wisata alam, edukasi konservasi, keanekaragaman hayati, dan petualangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

(mc/ril)