
Mounture.com — Saat melakukan pendakian, sepatu gunung menjadi perlengkapan wajib yang harus digunakan oleh setiap pendaki. Berbeda dengan sepatu biasa, sepatu gunung dirancang khusus untuk menghadapi berbagai medan ekstrem, mulai dari jalur berbatu, tanah licin, hingga trek berlumpur.
Karena sering digunakan di medan berat, sepatu gunung juga membutuhkan perawatan khusus agar tetap nyaman digunakan dan fitur waterproof atau anti airnya tidak cepat rusak. Jika salah dalam membersihkan atau menyimpannya, kualitas sepatu bisa menurun dan umur pakainya menjadi lebih pendek.
Berikut beberapa tips merawat sepatu gunung agar tetap awet dan nyaman digunakan saat mendaki.
1. Pilih Bahan Pembersih yang Tepat
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pendaki adalah mencuci sepatu gunung menggunakan deterjen biasa. Padahal, bahan kimia pada deterjen dapat merusak lapisan waterproof pada sepatu.
Agar fitur anti air tetap terjaga, gunakan sabun dengan pH netral saat membersihkan sepatu. Sabun bayi atau sampo bayi bisa menjadi pilihan karena umumnya memiliki kadar pH yang aman dan tidak terlalu keras pada material sepatu.
Selain itu, hindari menyikat sepatu terlalu kasar karena dapat merusak lapisan luar dan jahitan sepatu gunung.
Jika sepatu mulai berjamur akibat lembap, kalian bisa membersihkannya menggunakan campuran air dan cuka dengan komposisi 80 persen air dan 20 persen cuka. Cara ini cukup efektif membantu menghilangkan jamur pada permukaan sepatu.
Namun, sebagian pendaki memilih membersihkan sepatu gunung hanya menggunakan air untuk menghindari risiko kerusakan pada material dan lapisan waterproof.
BACA JUGA: Daftar 22 Gunung Api Berstatus Waspada di Indonesia per 29 Mei 2026, Berikut Sebarannya
2. Simpan Sepatu Gunung dengan Benar
Setelah dicuci dan dikeringkan, cara menyimpan sepatu gunung juga tidak boleh sembarangan. Simpan sepatu di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar tidak lembap dan berjamur.
Jika ingin menyimpan sepatu di dalam dus atau kotak sepatu, tambahkan silica gel agar kelembapan tetap terjaga. Cara ini membantu mencegah bau tidak sedap sekaligus menjaga kondisi material sepatu tetap awet.
Selain itu, isi bagian depan sepatu menggunakan kertas atau koran agar bentuk sepatu tetap kokoh dan tidak berubah. Teknik sederhana ini juga membantu menjaga tampilan sepatu tetap rapi meski disimpan dalam waktu lama.
Adapun merawat sepatu gunung bukan hanya soal menjaga penampilan, tetapi juga demi kenyamanan dan keamanan saat mendaki. Sepatu yang terawat akan lebih tahan lama, tetap nyaman digunakan, serta mampu melindungi kaki dengan maksimal di berbagai kondisi jalur pendakian.
Dengan perawatan yang tepat, sepatu gunung favorit kalian bisa tetap awet dan siap digunakan untuk berbagai petualangan berikutnya.
(mc/ns)







