
Mounture.com — Aktivitas vulkanik di Indonesia terus mengalami dinamika seiring meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api di berbagai wilayah. Berdasarkan data terbaru dari Magma Indonesia per 29 Mei 2026, tercatat sebanyak 22 gunung api berada pada status Level II atau Waspada.
Status Level II (Waspada) menunjukkan bahwa hasil pengamatan visual maupun instrumental mulai memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Pada fase ini, beberapa gunung api berpotensi mengalami erupsi sehingga masyarakat dan pendaki diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti rekomendasi resmi dari otoritas terkait.
Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia karena berada di jalur Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Kondisi tersebut membuat pemantauan aktivitas vulkanik menjadi sangat penting demi keselamatan masyarakat.
BACA JUGA: Fakta Tragis Pendakian Gunung 2025: Hipotermia Jadi Penyebab Kematian Tertinggi Pendaki di Indonesia
Berikut daftar 22 gunung api di Indonesia yang berstatus Level II (Waspada) per 29 Mei 2026:
1. Gunung Anak Krakatau
2. Gunung Banda Api
3. Gunung Bromo
4. Gunung Bur Ni Telong
5. Gunung Dempo
6. Gunung Dukono
7. Gunung Gamalama
8. Gunung Ibu
9. Gunung Ili Lewotolok
10. Gunung Iya
11. Gunung Karangetang
12. Gunung Kerinci
13. Gunung Lokon
14. Gunung Marapi
15. Gunung Raung
16. Gunung Rinjani
17. Gunung Sangeangapi
18. Gunung Sinabung
19. Gunung Slamet
20. Gunung Soputan
21. Gunung Sorikmarapi
22. Gunung Tambora
BACA JUGA: Pendakian Bukit Raya via Rantau Malam: Rute, Biaya, dan Tips Menuju Puncak Tertinggi Kalimantan
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api maupun wisatawan dan pendaki diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan Magma Indonesia.
Selain itu, penting untuk mematuhi radius bahaya dan larangan aktivitas di zona tertentu yang telah ditetapkan demi menghindari risiko bencana vulkanik.
Peningkatan status gunung api menjadi pengingat bahwa aktivitas geologi di Indonesia masih sangat aktif. Kesadaran terhadap mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi.
(mc/pd)







