
Foto: MSR Gear
Mounture.com — Saat mendaki atau hiking, banyak orang membayangkan bahaya datang dari hewan besar seperti beruang. Namun kenyataannya, ancaman yang jauh lebih sering ditemui justru berasal dari ular.
Ular tersebar luas di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Hampir setiap pendaki pasti akan menemui ular setidaknya sekali dalam hidupnya. Meski begitu, pertemuan ini tidak selalu berbahaya, selama Anda tahu cara menghadapinya dengan benar.
Dikutip dari laman MSR Gear, dijelaskan bahwa sebagian besar insiden dengan ular terjadi karena kurangnya persiapan. Banyak pendaki tidak mengetahui jenis ular di area pendakian, habitat favorit ular serta cara menghindari dan bersikap saat bertemu. Padahal, dengan pengetahuan dasar, risiko bisa ditekan secara signifikan.
Salah satu langkah pencegahan paling efektif adalah memakai perlengkapan yang sesuai, seperti celana panjang serta sepatu hiking yang menutup mata kaki. Perlengkapan ini menjadi “lapisan pertama” perlindungan dari gigitan ular, yang umumnya menyerang area kaki.
BACA JUGA: Jangan Ajak Balita Naik Gunung, Ini Risiko Nyata yang Sering Diabaikan
Ular cenderung menghindari manusia. Oleh karena itu, Anda bisa mengurangi risiko dengan tetap di jalur resmi yang ramai, menghindari semak lebat atau bebatuan tersembunyi, serta berjalan di area dengan visibilitas tinggi.
Selain itu, mendaki saat cuaca lebih dingin juga bisa mengurangi kemungkinan bertemu ular karena aktivitasnya menurun.
Lantas, jika Anda melihat ular di jalur apa yang harus dilakukan? Langkah pertama adalah jangan panik, kemudian jaga jarak aman sekitar 2–3 meter (6–10 kaki), dan jangan mencoba menyentuh atau mengusir.
Sebagian besar ular hanya akan menyerang jika merasa terancam. Jika dibiarkan, biasanya ular akan pergi dengan sendirinya.
Banyak kasus gigitan terjadi karena manusia mencoba mengusir ular dengan tongkat, melempar batu, atau memindahkan ular. Tindakan ini justru memicu respons defensif. Bagi ular, itu adalah ancaman langsung.
Kunci utama adalah biarkan ular tetap sendiri. Jika jalur terhalang maka Anda bisa mundur perlahan, tunggu ular pergi, dan cari jalur alternatif dengan tetap menjaga jarak.
BACA JUGA: Urutan Prioritas Alat Pendakian yang Harus Dimiliki Pendaki Pemula
Lalu, apa yang harus dilakukan jika digigit ular? Jika gigitan terjadi, lakukan langkah berikut:
1. Tetap tenang dan turunkan detak jantung
2. Menjauh dari ular
3. Catat atau foto ciri ular (jika aman)
4. Segera cari bantuan medis
Jika memungkinkan, Anda bisa membersihkan luka dengan air dan sabun, serta jaga posisi luka tetap netral.
Hindari untuk mengikat luka (tourniquet), menyedot racun, memotong luka, atau mengonsumsi obat sembarangan. Penanganan yang salah justru bisa memperburuk kondisi.
Bertemu ular saat hiking adalah hal yang wajar. Namun, dengan persiapan yang tepat dan sikap yang benar, Anda bisa menghindari risiko berbahaya. Memahami perilaku ular, menjaga jarak, dan tidak panik adalah kunci utama untuk tetap aman di alam bebas.
(mc/pd)





