Biaya Thru-Hike Bisa Bikin Gagal! Ini Cara Mengatur Budget agar Tidak Pulang di Tengah Jalan

  • 17 April 2026 07:12
Thru-Hike

Foto: MSR Gear

Mounture.com — Melakukan perjalanan thru-hike jarak jauh bukan sekadar petualangan biasa. Ini adalah tantangan fisik, mental, dan finansial yang besar. Fakta pahitnya, sebagian besar pendaki gagal menyelesaikan perjalanan mereka.

Data menunjukkan tingkat kegagalan (dropout rate) pendaki bisa mencapai 60% hingga 90% di berbagai jalur dunia. Namun dari sekian banyak alasan, kehabisan uang seharusnya bukan menjadi penyebab utama.

Dengan perencanaan keuangan yang matang, peluang untuk mencapai garis finish bisa jauh lebih besar.

Untuk diketahui, thru-hike adalah aktivitas mendaki jalur jarak jauh dari ujung ke ujung secara terus-menerus dalam satu perjalanan, yang memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

BACA JUGA:

Adaopun salah satu kesalahan terbesar pendaki pemula adalah kurangnya riset. Banyak yang tidak menyadari berapa besar biaya yang sebenarnya dibutuhkan.

Sebagai gambaran, rata-rata biaya thru-hike berkisar antara $3,69 hingga $4,28 per mil (di luar perlengkapan). Jika ditotal, angka ini bisa sangat besar tergantung panjang jalur yang ditempuh.

Untuk perlengkapan (gear), sebagian besar pendaki menghabiskan sekitar $2.000, meskipun angka ini bisa lebih tinggi tergantung preferensi dan kualitas gear.

Setelah mengetahui estimasi biaya, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran dan benar-benar disiplin menjalankannya.

Banyak pendaki gagal karena terlalu boros di awal perjalanan, lalu kehabisan dana sebelum mencapai tujuan akhir.

Berikut kategori budget penting yang wajib disiapkan:

1. Transportasi

Biaya transportasi mencakup perjalanan ke titik awal (trailhead) dan pulang kembali. Perlu diingat, tiket pulang biasanya dibeli mendadak sehingga harganya bisa lebih mahal. Sisihkan dana ekstra untuk mengantisipasi hal ini.

2. Makanan di Jalur (On-Trail Food)

Biaya makanan sangat bervariasi, tergantung metode logistik yakni Mail drop (paket kiriman): lebih terkontrol, tapi ongkir mahal, atau beli di perjalanan: fleksibel, tapi sulit diprediksi.

Strategi terbaik adalah kombinasi keduanya agar tetap hemat sekaligus fleksibel.

3. Pengeluaran di Kota (Town Expenses)

Kota persinggahan sering menjadi “jebakan finansial” bagi pendaki. Pengeluaran seperti makan di restoran, kopi, hingga belanja kecil bisa terlihat sepele, tapi jika sering dilakukan akan menguras budget.

4. Akomodasi

Biaya penginapan seperti hostel atau hotel bisa cepat membengkak.

Tips hemat:

– Masuk kota pagi hari
– Istirahat tanpa menginap
– Kembali ke jalur di hari yang sama

Tetap siapkan dana cadangan untuk kondisi tak terduga.

5. Penggantian Gear

Peralatan pasti akan aus atau rusak selama perjalanan. Item yang sering diganti yaitu sepatu/boots, kaus kaki, serta bahan bakar (fuel). Sisihkan budget khusus untuk kebutuhan ini.

6. Ongkos Kirim (Postage)

Jika menggunakan mail drop, biaya pengiriman bisa hampir setara dengan harga barang. Tips-nya adalah kirim hanya barang penting, sisanya beli di lokasi.

7. Biaya Medis

Cedera dan sakit bisa terjadi kapan saja. Siapkan dana untuk klinik, obat, serta rumah sakit. Jika tidak terpakai, dana ini bisa dialihkan ke pos lain.

8. Dana Darurat dan Hiburan

Jangan lupa sisihkan dana untuk kondisi darurat, pengalaman spontan, dan sekadar menikmati perjalanan. Perjalanan panjang bukan hanya soal bertahan, tapi juga menikmati setiap momen.

BACA JUGA: Sisa Makanan di Gunung: Masalah Sepele yang Berdampak Besar pada Alam

Thru-hike adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan. Namun, dengan perencanaan finansial yang tepat, kamu bisa menghindari salah satu penyebab kegagalan terbesar: kehabisan uang di tengah jalan.

Budget yang disiplin bukan hanya soal hemat, tapi soal memastikan kamu bisa menyelesaikan perjalanan hingga akhir.

(mc/ril)