Jaket Gunung yang Bagus Seperti Apa? Ini Panduan Memilihnya

Pendaki Rinjani

Mounture.com — Jaket gunung merupakan salah satu perlengkapan wajib yang sebaiknya selalu dibawa saat mendaki. Selain menjaga suhu tubuh tetap hangat, jaket juga berfungsi melindungi tubuh dari angin, hujan, hingga perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di pegunungan.

Namun, memilih jaket gunung tidak bisa hanya berdasarkan desain atau merek. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar jaket benar-benar memberikan perlindungan maksimal selama pendakian.

Berikut lima tips memilih jaket gunung yang tepat.

1. Pilih Bahan yang Sesuai Kebutuhan

Material menjadi faktor utama dalam menentukan kenyamanan sebuah jaket gunung.

Jika sering mendaki di musim hujan atau kawasan dengan angin kencang, pilih jaket dengan lapisan luar tahan air dan tahan angin, seperti bahan yang menggunakan membran waterproof-breathable (misalnya Gore-Tex atau material sejenis).

Sementara itu, lapisan dalam berbahan fleece atau polar mampu memberikan kehangatan tambahan ketika suhu mulai turun.

Perlu diingat, jaket yang sangat tebal biasanya lebih cocok digunakan saat beristirahat atau bermalam di camping ground dibandingkan dipakai terus-menerus saat trekking karena dapat membuat tubuh cepat berkeringat.

2. Perhatikan Jumlah dan Posisi Kantong

Banyak orang menganggap semakin banyak kantong semakin baik. Padahal, terlalu banyak kantong berarti semakin banyak sambungan jahitan yang berpotensi menjadi titik masuk air jika kualitas konstruksinya kurang baik.

Idealnya, pilih jaket dengan kantong secukupnya yang mudah dijangkau untuk menyimpan barang penting seperti ponsel, sarung tangan, headlamp, snack, dan sampah kecil sementara seperti bungkus makanan.

Dengan begitu, kamu tidak perlu membuka carrier setiap kali membutuhkan barang kecil.

BACA JUGA: Berapa Jumlah Kawah Gunung Ciremai? Ini Fakta Dua Kawah Ganda dan Bahaya Turun ke Dasar Kawah

3. Pastikan Memiliki Penutup Resleting dan Perekat

Fitur kecil ini sering diabaikan, padahal sangat penting.

Jaket yang memiliki storm flap atau penutup resleting di bagian depan membantu mengurangi masuknya angin dan air hujan melalui celah resleting.

Selain itu, adanya perekat atau pengencang pada pergelangan tangan membuat udara dingin tidak mudah masuk ke dalam jaket sehingga tubuh tetap hangat.

4. Pilih Jaket dengan Hood (Penutup Kepala)

Hood atau penutup kepala menjadi fitur yang sangat berguna saat cuaca berubah secara tiba-tiba.

Selain melindungi kepala dan telinga dari suhu dingin, hood juga membantu mengurangi paparan hujan dan sinar matahari ketika tidak menggunakan topi.

Akan lebih baik jika hood dapat disesuaikan ukurannya agar tetap nyaman digunakan saat angin bertiup kencang.

5. Gunakan Warna yang Mudah Terlihat

Selain soal estetika, warna jaket juga berkaitan dengan faktor keselamatan.

Jaket berwarna cerah seperti merah, oranye, kuning, atau biru terang akan lebih mudah terlihat oleh rekan pendaki maupun tim penyelamat apabila terjadi keadaan darurat.

Warna terang juga memudahkan identifikasi saat kondisi berkabut atau menjelang malam.

(mc/mg)