Ini Cara Cegah Tersambar Petir saat Pendakian

Ilustrasi sambaran petir (dok. pinterest/aan johnson)

Mounture.com — Musim hujan mulai datang, bagi kalian yang hobi melakukan aktivitas di alam bebas, khususnya mendaki gunung ada baiknya mempersiapkan segala hal dengan matang, atu jika tidak memungkinkan sebaiknya urungkan niat untuk melakukan pendakian ke gunung.

Salah satu risiko tinggi melakukan pendakian ke gunung pada musim hujan adalah sambaran petir. Sambaran petir bisa menjadi momok dalam sebuah pendakian, sebab pendaki gunung berada di lingkungan terbuka yang luas dan berada di ketinggian, yang mana tidak banyak tempat perlindungan ketika melakukan pendakian.

Kendati demikian, ada beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena sambaran petir saat melakukan pendakian, diantaranya:

1. Jangan berada di area padang rumput yang luas, puncak atau punggungan gunung yang terbuka saat terjadi petir. Jika sudah berada di posisi tersebut, disarankan untuk segera turun dan mencari tempat perlindungan seperti lembah, mencari shelter atau pos, maupun mencari area yang lebih rendah.

2. Ketika melihat tanda-tanda akan terjadi badai yang disertai petir, segera matikan perangkat elektronik, sebab alat-alat tersebut berpotensi untuk memancarkan gelombang dan memantulkan radiasi elektromagnetik yang berakibat petir akan menyambar gelombang-gelombang tersebut.

3. Jangan berlindung di pepohonan, terlebih pohon yang tinggi dan berdiri sendiri. Selain itu, hindari juga sumber air.

4. Jangan gunakan peralatan yang mudah menghantarkan listrik atau menangkap petir, seperti payung.

5. Gunakan selalu alas kaki, dan sebisa mungkin tubuh jangan bersentuhan langsung dengan tanah.

6. Saat dalam kondisi melakukan pendakian secara berkelompok, biasakan menjaga jarak. Hal ini untuk mencegah jika suatu kondisi terburuk salah satu rekan tersambar petir maka yang lain tidak akan ikut tersambar.

7. Ketika rambut tiba-tiba seperti berdiri, bisa jadi petir hampir menyambar. Usaha terakhir saat keadaan darurat jika berada di tempat terbuka, yaitu dengan posisi jongkok, kemudian kaki jinjit, lalu tumit bertemu tumit, selanjutnya kepala ditundukan dan tutup telinga untuk meminimalisir gangguan pendengaran. Setelah dirasa cukup aman lalu pergilah ke tempat yang lebih aman.

8. Selalu berdoa dalam setiap kegiatan di alam bebas.

Meski demikian, cara yang paling tepat untuk mencegah risiko tersebut adalah mencari waktu yang aman untuk melakukan pendakian, seperti saat musim kemarau, di mana waktu tersebut bisa dikatakan lebih jarang terjadinya hujan badai yang disertai petir. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.