Cara Atur Ritme Jalan dan Istirahat saat Naik Gunung

Ilustrasi pendaki sedang beristirahat (Mounture.com)

Mounture.com — Tak melulu soal alat-alat pendakian, mendaki gunung juga membutuhkan pengetahuan serta pengalaman agar aktivitas di alam bebas itu berjalan dengan lancar dan aman. Salah satu pengetahuan yang dibutuhkan adalah cara mengatur ritme berjalan, dan beristirahat di tengah perjalanan.

Hal ini dibutuhkan agar tubuh tidak mengalami kelelahan, serta tidak banyak menguras tenaga. Sebab, mendaki gunung sangat membutuhkan tenaga serta mental yang kuat karena perjalanan yang cukup jauh, dan waktu yang lama.

Adapun untuk ritme dalam perjalanan, seorang pendaki harus mengaturnya tidak hanya dalam individu tetapi juga dalam kelompok pendakiannya. Gunanya, agar masing-masing anggota kelompok tidak cepat lelah, yang bisa berakibat dari kegagalan dalam mendaki.

Untuk ritme perjalanan ini, jika gunung yang didaki memiliki jalur yang cukup landai, dan mempunyai jarak tempuh minimal delapan jam, maka disarankan untuk melakukan istirahat setidaknya setiap dua jam sekali.

Sementara saat mendaki gunung yang pendek, namun kontur jalannya cukup terjal, pendaki bisa melakukan istirahat setiap satu jam sekali. Gunanya untuk memulihkan stamina selama perjalanan agar tidak terkuras habis dan kelelahan.

Sedangkan untuk ritme istirahat saat di jalur pendakian, direkomendasikan antara satu hingga tiga menit saja. Sebab, jika istirahat terlalu lama maka akan berakibat tubuh menjadi dingin yang berpotensi menyebabkan hipotermia. Selain itu, istirahat terlalu lama juga akan mengakibatkan tubuh menjadi lebih lelah.

Jika memang membutuhkan waktu istirahat yang lama, maka disarankan pendaki untuk mencari lokasi yang bisa melindungi diri dari terpaan angin, atau bisa juga menggunakan jaket yang bersifat tahan angin. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.