4 Cara Mengatasi Nyeri Otot Setelah Mendaki Gunung, Pendaki Wajib Tahu

Pendaki

Mounture.com — Rasa pegal, nyeri otot, hingga kaku pada tubuh merupakan kondisi yang sering dialami setelah mendaki gunung. Aktivitas berjalan berjam-jam dengan medan menanjak dan menurun membuat otot bekerja lebih keras dibandingkan aktivitas sehari-hari.

Keluhan tersebut umumnya akan membaik dengan istirahat yang cukup. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan nyeri otot sekaligus mempercepat proses pemulihan.

Berikut beberapa cara mengatasi nyeri otot setelah mendaki gunung.

1. Lakukan Peregangan Otot

Peregangan atau stretching menjadi langkah awal yang dapat membantu mengurangi ketegangan pada otot setelah pendakian.

Lakukan gerakan peregangan secara perlahan pada otot kaki, paha, betis, pinggul, punggung, dan lengan selama 15–30 detik untuk setiap gerakan.

Pada kasus cedera tertentu, seperti tarikan otot yang cukup berat, terapi peregangan atau traction sebaiknya hanya dilakukan oleh tenaga medis atau terapis yang berkompeten agar tidak memperparah cedera.

2. Pijat untuk Mengurangi Ketegangan Otot

Pijat dapat membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, serta memberikan efek relaksasi setelah aktivitas fisik yang berat.

Meski demikian, teknik pijat harus dilakukan dengan benar. Hindari pijatan yang terlalu keras pada area yang mengalami pembengkakan atau diduga mengalami cedera serius karena berpotensi memperburuk kondisi.

Apabila nyeri tidak kunjung membaik atau disertai bengkak yang signifikan, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

BACA JUGA: 5 Gunung Indonesia dengan Nama Anti-Mainstream dan Cerita Menarik

3. Gunakan Kompres Sesuai Kondisi Cedera

Kompres menjadi salah satu metode sederhana yang cukup efektif untuk membantu pemulihan otot.

– Kompres dingin dianjurkan pada 24–48 jam pertama setelah cedera atau ketika muncul bengkak dan memar. Tujuannya untuk mengurangi peradangan dan nyeri.

– Kompres hangat lebih cocok digunakan setelah fase akut berlalu atau untuk mengurangi rasa kaku dan membantu melemaskan otot yang tegang.

Pastikan kompres tidak ditempelkan langsung ke kulit agar tidak menimbulkan iritasi atau cedera akibat suhu ekstrem.

4. Gunakan Obat Bila Diperlukan

Pada kondisi tertentu, obat pereda nyeri atau relaksan otot dapat membantu mengurangi keluhan. Namun, penggunaan obat sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter atau apoteker karena beberapa jenis relaksan otot dapat menyebabkan kantuk dan menurunkan konsentrasi.

Selain obat, jangan lupakan istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, serta minum air yang cukup agar proses pemulihan berlangsung lebih optimal.

BACA JUGA: Wajib Tahu! 7 Tips Mendaki Gunung Saat Musim Kemarau

Meski sebagian besar nyeri otot akan membaik dalam beberapa hari, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri apabila mengalami:

– Nyeri yang sangat hebat.
– Bengkak yang semakin besar.
– Sulit berjalan atau menggerakkan anggota tubuh.
– Terdengar bunyi “pop” saat cedera.
– Mati rasa atau kesemutan.
– Nyeri tidak membaik setelah beberapa hari.

Gejala tersebut dapat menandakan adanya cedera yang lebih serius, seperti robekan otot atau cedera ligamen.

Cedera otot merupakan salah satu masalah yang paling sering dialami pendaki, baik pemula maupun berpengalaman.

Melakukan pemulihan dengan benar tidak hanya membantu mengurangi rasa nyeri, tetapi juga mempercepat tubuh kembali bugar sehingga siap beraktivitas maupun melakukan pendakian berikutnya.

Yang tidak kalah penting, lakukan pemanasan sebelum mendaki, gunakan perlengkapan yang sesuai, serta jangan memaksakan diri apabila tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

(mc/pd)