
Mounture.com — Musim kemarau menjadi waktu favorit bagi banyak pendaki untuk menjelajahi gunung. Curah hujan yang rendah membuat jalur pendakian cenderung lebih kering, pemandangan lebih jelas, dan peluang menikmati panorama dari puncak semakin besar.
Namun, kondisi tersebut bukan berarti pendakian bebas dari risiko. Musim kemarau juga identik dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), suhu malam yang bisa sangat dingin, debu yang lebih pekat, hingga berkurangnya sumber air di sepanjang jalur pendakian.
Agar aktivitas mendaki tetap aman dan nyaman, berikut tujuh tips penting yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai perjalanan.
1. Pilih Gunung dengan Risiko Kebakaran yang Rendah
Sebelum menentukan tujuan pendakian, cari informasi terbaru mengenai kondisi gunung yang akan dikunjungi. Pastikan kawasan tersebut tidak sedang terdampak kebakaran hutan atau memiliki potensi kebakaran yang tinggi.
Periksa juga pengumuman resmi dari pengelola jalur pendakian atau Balai Taman Nasional karena beberapa gunung biasanya ditutup sementara saat musim kemarau untuk mengurangi risiko kebakaran.
2. Bawa dan Kuasai Alat Navigasi
Kabut asap akibat kebakaran maupun jalur yang minim penanda dapat menyulitkan orientasi di gunung. Oleh karena itu, bawalah alat navigasi seperti peta, kompas, GPS, atau aplikasi navigasi offline.
Tidak kalah penting, pastikan Anda memahami cara menggunakannya sebelum berangkat agar dapat membantu menemukan jalur yang benar apabila terjadi keadaan darurat.
3. Hindari Aktivitas yang Berpotensi Memicu Kebakaran
Musim kemarau membuat vegetasi lebih kering sehingga api dapat dengan mudah menyebar. Jika memungkinkan, hindari membuat api unggun. Bila memang diperlukan, buatlah di lokasi yang aman, gunakan seperlunya, awasi selama menyala, dan pastikan benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Bagi perokok, jangan membuang puntung rokok sembarangan karena bara api sekecil apa pun dapat memicu kebakaran hutan.
BACA JUGA: Jangan Asal Mendaki, Setiap Tim Punya Peran yang Berbeda
4. Simpan Nomor Darurat
Sebelum memulai pendakian, simpan nomor kontak penting seperti pengelola basecamp, Balai Taman Nasional, petugas SAR, dan kantor kepolisian terdekat.
Nomor-nomor tersebut akan sangat membantu apabila terjadi kondisi darurat, seperti pendaki tersesat, cedera, atau kebakaran di jalur pendakian.
5. Gunakan Pakaian yang Sesuai
Meski siang hari terasa panas, suhu di gunung saat malam atau menjelang pagi pada musim kemarau bisa turun drastis.
Gunakan pakaian berlapis (layering), jaket yang mampu menahan angin, kupluk, sarung tangan, dan kaus kaki tebal untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil serta mengurangi risiko hipotermia.
6. Bawa Persediaan Air yang Cukup
Salah satu tantangan terbesar saat musim kemarau adalah banyaknya sumber mata air yang mengering.
Sebelum mendaki, cari informasi mengenai titik sumber air yang masih aktif di jalur pendakian. Bawalah persediaan air yang cukup sesuai kebutuhan perjalanan agar terhindar dari dehidrasi.
7. Gunakan Masker dan Kacamata Pelindung
Debu dan partikel halus lebih mudah beterbangan saat musim kemarau, terutama di jalur yang terbuka. Gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dan kacamata pelindung agar mata tidak mudah iritasi akibat debu maupun terpaan angin selama perjalanan.
(mc/ns)





