
Foto: instagram/@mojokertojalanjalan
Mounture.com — Gunung Penanggungan menjadi salah satu destinasi favorit pendaki di Jawa Timur. Jalur Tamiajeng dikenal sebagai rute populer karena aksesnya yang relatif mudah dan pemandangannya yang memikat.
Namun, untuk menjaga keselamatan dan kelestarian alam, pendaki wajib mematuhi SOP (Standar Operasional Prosedur) yang telah ditetapkan.
Berikut aturan lengkap SOP pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng yang perlu kamu ketahui sebelum berangkat:
Jam Operasional Pendakian
Pendakian dibagi menjadi dua kategori:
– Tek Tok: pukul 00.00 – 15.00 WIB
– Camp (menginap): 24 jam
Pendaki disarankan menyesuaikan waktu naik agar tetap aman dan tidak melanggar batas operasional.
Wajib Registrasi Sebelum Mendaki
Setiap pendaki wajib melakukan registrasi terlebih dahulu di basecamp sebelum memulai perjalanan. Ini penting untuk pendataan dan keamanan selama pendakian.
BACA JUGA: Aturan Pendakian Gunung Arjuno-Welirang 2026: Tektok Dilarang, Drone dan Speaker Juga Dibatasi
Perlengkapan Wajib Pendaki
Untuk mengurangi risiko selama pendakian, berikut perlengkapan yang wajib dibawa:
– Menggunakan sepatu hiking
– Membawa jas hujan
– Pendaki tek tok wajib membungkus nasi bungkus (menghindari sampah berceceran)
Larangan Selama Pendakian
Pendaki dilarang membuat api unggun di kawasan hutan, dan di area camp. Larangan ini bertujuan mencegah kebakaran hutan dan menjaga ekosistem tetap aman.
Selain itu, pendaki diwajibkan membawa headlamp atau senter khusus outdoor. Penggunaan senter dari ponsel tidak disarankan karena daya terbatas dan berisiko saat kondisi darurat.
BACA JUGA: Update Tarif Pendakian Tahura Raden Soerjo 2026: Arjuno-Welirang hingga Gunung Pundak
Setiap pendaki wajib membawa kembali sampahnya. Jika melanggar, akan dikenakan sanksi dari petugas basecamp.
Aturan ini bukan sekadar formalitas. Gunung Penanggungan memiliki ekosistem yang rentan dan jalur yang cukup padat. Tanpa regulasi yang jelas, risiko kecelakaan dan kerusakan lingkungan akan meningkat.
Pendakian yang bertanggung jawab bukan hanya soal mencapai puncak, tapi juga soal bagaimana kita menjaga alam tetap lestari untuk generasi berikutnya.
(mc/ril)





