
Puncak Semu di Gunung Arjuno – Foto: Tahura Raden Soerjo
Mounture.com — Pendakian di kawasan Tahura Raden Soerjo, termasuk jalur populer seperti Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Pundak, dan Watu Jengger kini semakin diperketat.
Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem di kawasan konservasi agar tetap lestari, sekaligus menekan dampak negatif aktivitas pendakian yang tidak bertanggung jawab.
Seperti dikutip dari laman booking online Tahura Raden Soerjo, disebutkan bahwa salah satu poin penting dalam aturan terbaru adalah larangan pendakian tektok (naik-turun dalam satu hari) di Gunung Arjuno-Welirang.
Kebijakan ini diberlakukan karena jalur pendakian yang panjang dan kondisi alam yang dinamis dinilai berisiko tinggi jika dilakukan tanpa manajemen waktu dan fisik yang matang.
BACA JUGA: Wisata Jati Ombo Bogor: Hidden Gem Hutan Jati untuk Healing Tenang Dekat Jakarta
Berikut sejumlah larangan yang harus diperhatikan selama pendakian:
– Dilarang memakai sandal gunung, wajib menggunakan sepatu hiking yang layak
– Dilarang membawa atau menggunakan drone di kawasan pendakian
– Dilarang membawa speaker atau pengeras suara
– Dilarang lintas jalur (harus sesuai rute resmi)
– Dilarang membawa alat yang berpotensi merusak alam
– Dilarang melakukan vandalisme (coret-coret pohon, batu, bangunan)
– Dilarang memaksakan pendakian jika kondisi fisik atau cuaca tidak memungkinkan
Selain aspek teknis, pendaki juga wajib mematuhi norma sosial dan hukum:
– Dilarang melanggar norma agama, budaya, dan adat setempat
– Dilarang membawa dan mengonsumsi minuman keras atau narkoba
– Dilarang membawa senjata tajam maupun senjata api yang tidak relevan
– Dilarang membuat bangunan tanpa izin resmi
– Dilarang merusak atau memindahkan situs purbakala di kawasan Tahura
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Wisata Alam Econique, Destinasi Healing dengan Panorama Eksotis
Isu lingkungan menjadi perhatian utama dalam aturan ini:
– Dilarang membuang sampah sembarangan
– Pendaki wajib membawa turun sampah masing-masing
– Dilarang membuat api unggun dari kayu atau sampah
– Dilarang melakukan aktivitas yang merusak flora dan fauna
Aturan ini menegaskan bahwa pendakian bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga soal tanggung jawab menjaga alam.
Dengan semakin ketatnya regulasi di Tahura Raden Soerjo, pendaki dituntut untuk lebih sadar, disiplin, dan menghormati lingkungan serta budaya setempat.
Jika aturan ini dilanggar, bukan hanya keselamatan yang terancam, tapi juga risiko sanksi hingga larangan mendaki di masa depan.
(mc/pd)





