8 Perlengkapan Ultralight Hiking yang Wajib Dimiliki Pendaki

  • 18 May 2026 09:11

Mounture.com — Tren ultralight hiking mulai semakin dikenal di kalangan pendaki gunung Indonesia. Teknik mendaki ini mengutamakan efisiensi barang bawaan agar bobot carrier menjadi lebih ringan tanpa mengurangi kebutuhan utama selama pendakian.

Meski belum banyak digunakan pendaki Indonesia, perlengkapan ultralight hiking kini mulai mudah ditemukan di pasaran. Ciri utama perlengkapan ini ialah memiliki bobot jauh lebih ringan dibanding perlengkapan pendakian biasa.

Namun karena menggunakan material khusus dan desain yang lebih ringkas, harga perlengkapan ultralight umumnya juga lebih mahal.

Berikut beberapa perlengkapan ultralight hiking yang wajib dimiliki pendaki gunung.

1. Ransel Ultralight

Perlengkapan pertama yang wajib dimiliki adalah ransel ultralight. Umumnya, kapasitas tas ultralight lebih kecil dibanding carrier pendakian biasa.

Ransel ultralight biasanya memiliki kapasitas sekitar 30 liter hingga 40 liter. Desainnya dibuat lebih minimalis agar bobot keseluruhan perlengkapan pendakian tetap ringan dan nyaman dibawa.

Pendaki juga perlu berhati-hati jika menemukan produk yang diklaim ultralight tetapi memiliki ukuran terlalu besar karena biasanya bobotnya tetap berat.

2. Matras Ultralight

Matras ultralight menjadi perlengkapan penting untuk mengurangi beban carrier. Berbeda dengan matras biasa yang cenderung tebal dan berat, matras ultralight dibuat menggunakan bahan aluminium foil dan busa ringan.

Selain mudah dilipat dan hemat tempat, matras jenis ini juga tetap mampu menahan lembab dari permukaan tanah dengan baik.

BACA JUGA: 6 Hal yang Wajib Diperhatikan saat Membawa Tenda untuk Pendakian Gunung

3. Tenda atau Shelter Ultralight

Shelter atau tenda merupakan perlengkapan wajib saat mendaki gunung. Tenda ultralight dirancang memiliki bobot ringan dengan material yang tetap nyaman digunakan untuk beristirahat.

Kebanyakan tenda ultralight memiliki dua layer agar lebih hangat dan tahan terhadap cuaca dingin di gunung. Namun umumnya kapasitas tenda ini hanya untuk satu orang.

4. Alat Masak Ultralight

Peralatan memasak juga menjadi salah satu penyumbang beban terbesar saat mendaki gunung. Karena itu banyak pendaki mulai menggunakan alat masak ultralight.

Salah satu contohnya adalah nesting ringan dengan kompor gas ringkas atau kompor berbahan spiritus yang lebih hemat tempat dan ringan dibawa.

5. Wadah Air Lipat

Saat mendaki gunung, pendaki membutuhkan wadah air yang praktis dan tidak memakan banyak ruang di dalam tas.

Wadah air lipat menjadi pilihan populer karena fleksibel disimpan dan jauh lebih ringan dibanding botol aluminium atau botol plastik keras.

BACA JUGA: Estimasi Waktu Mendaki Gunung Prau via Wates, Jalur Landai Favorit Pendaki Pemula

6. Cup Multifungsi

Cup multifungsi bisa digunakan tidak hanya untuk minum, tetapi juga memasak makanan sederhana seperti scramble egg hingga menghangatkan makanan.

Peralatan seperti ini sangat membantu mengurangi jumlah barang bawaan saat menerapkan konsep ultralight hiking.

7. Pakaian Ultralight

Pakaian ultralight biasanya dibuat dari material ringan yang tetap mampu menjaga suhu tubuh dari udara dingin dan lembab.

Selain pakaian, pendaki juga bisa menggunakan ponco multifungsi agar perjalanan lebih praktis dan nyaman.

8. Kurangi Barang yang Tidak Penting

Konsep utama ultralight hiking bukan hanya soal membeli perlengkapan mahal, tetapi juga mengurangi barang yang tidak diperlukan.

Salah satu caranya ialah membuang bungkus atau kotak makanan yang tidak penting sebelum pendakian agar isi carrier lebih ringkas dan ringan.

Dengan menerapkan teknik ultralight hiking, pendaki bisa bergerak lebih cepat, hemat tenaga, dan tetap nyaman selama perjalanan di gunung.

(mc/ns)