
Mounture.com — Mendaki gunung bukan menjadi alasan bagi umat beragama untuk meninggalkan ibadah, termasuk sholat. Di tengah aktivitas pendakian, pendaki tetap bisa menjalankan ibadah dengan menyesuaikan kondisi di alam terbuka.
Saat berada di gunung, keterbatasan air biasanya membuat pendaki menggunakan tayamum sebagai pengganti wudhu. Selain itu, salah satu tantangan lain yang kerap dihadapi ialah menentukan arah kiblat ketika berada di jalur pendakian atau area camping.
Meski berada di alam bebas, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengetahui arah kiblat saat mendaki gunung. Berikut beberapa metode yang dapat digunakan pendaki.
1. Menentukan Kiblat dari Posisi Matahari
Salah satu cara paling mudah menentukan arah kiblat adalah dengan memperhatikan posisi matahari.
Matahari diketahui terbit dari arah timur dan terbenam di arah barat. Dengan memahami arah tersebut, pendaki bisa memperkirakan posisi kiblat dengan lebih mudah saat berada di gunung.
Metode ini cukup membantu terutama ketika cuaca cerah dan matahari terlihat jelas.
2. Melihat Lumut di Batang Pohon
Pendaki juga bisa memanfaatkan kondisi alam sekitar seperti lumut pada batang pohon.
Biasanya, bagian batang pohon yang lebih lembab dan banyak ditumbuhi lumut menandakan area yang jarang terkena sinar matahari atau mengarah ke timur. Sebaliknya, sisi batang yang lebih kering umumnya mengarah ke barat karena lebih sering terkena sinar matahari.
Cara ini bisa menjadi alternatif saat matahari tertutup kabut atau cuaca mendung.
BACA JUGA: 4 Hal yang Wajib Dipersiapkan Sebelum Mendaki Gunung, Jangan Sampai Diabaikan
3. Memanfaatkan Arah Bayangan
Arah bayangan yang terbentuk akibat sinar matahari juga bisa membantu menentukan orientasi arah.
Pendaki dapat memperhatikan posisi bayangan di tanah untuk mengetahui arah timur dan barat secara sederhana sebelum memperkirakan arah kiblat.
4. Menggunakan Kompas
Kompas menjadi salah satu alat paling akurat untuk menentukan arah kiblat saat mendaki gunung.
Cara menggunakannya cukup mudah, yaitu dengan meletakkan kompas di bidang datar lalu menunggu jarum berhenti bergerak. Setelah itu, pendaki bisa mengetahui arah utara dan selatan sebagai acuan menentukan kiblat.
Karena itu, kompas menjadi perlengkapan penting yang sebaiknya selalu dibawa saat mendaki gunung.
5. Menggunakan Aplikasi di Ponsel
Perkembangan teknologi kini memudahkan pendaki menentukan arah kiblat melalui aplikasi di ponsel pintar.
Berbagai aplikasi penunjuk kiblat dapat membantu mengetahui arah secara instan dan praktis. Namun penggunaan metode ini tetap memiliki kendala, terutama jika area pegunungan sulit mendapatkan sinyal atau baterai ponsel cepat habis.
Karena itu, pendaki tetap disarankan memahami metode manual sebagai alternatif saat berada di alam bebas.
(mc/ns)






