Lakukan Pengecekan Mobil saat Lama Tidak Digunakan

(Mounture.com) — Merebaknya penyebaran virus korona (Covid-19), membuat pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini membuat lebih banyak orang yang memilih di rumah saja. Dengan begitu, pastinya banyak mobil pribadi yang hanya parkir di garasi dalam waktu cukup lama.

Kendati hanya terparkir di garasi rumah, bukan berarti mobil tersebut tidak membutuhkan perawatan yang rutin loh. Melansir laman Mitsubishi Indonesia, tak sekedar memanaskan mesin mobil, ada beberapa hal yang harus pemilik kendaraan cek minimal beberapa hari sekali kepada mobil kesayangan.

Berikut ini tips pengecekan ringan mobil kesayangan yang sudah sebulan lebih ini hanya parkir di rumah saja. Tips ini mudah untuk dilakukan paling tidak setiap 5 hari sekali untuk dilakukan pengecekan sendiri sehingga jika nantinya pandemi Covid-19 ini sudah berakhir, mobil kesayangan kalian tetap dapat berfungsi dengan normal dan kondisinya tetap prima.

1. Cek kondisi pelumas dan cairan lainnya,

Cara paling mudah adalah dengan mengecek kondisi pelumas dan cairan lainnya pada mobil Anda. Misal cek pelumas mesin bisa dengan memantau lewat dipstick, atau melihat tabung cadangan air radiator, air wiper dan juga kondisi ketinggian pada minyak rem.

Jika ada pengurangan atau terlihat berada di bawah indikator normal maka cukup ditambahkan saja. Namun, pengecekan ini harus dilakukan di area yang datar, agar kondisi pelumas sesuai dengan aktual nya.

2. Cek kondisi kabel di ruang mesin dari gigitan tikus,

Mobil yang jarang dipakai harus tetap dilakukan pengecekan secara rutin. Pasalnya, jika dibiarkan berpotensi akan dihuni tikus. Cara identifikasinya cukup mudah, bisa jadi ada banyak kotoran tikus, mungkin juga tulang binatang.

Saat membuka kap, ruang mesin yang dihuni tikus akan ‘beraroma’ urin dan kotoran tikus. Maka jalur kabel yang paling utama dicek adalah di area battery/aki, sebab merupakan sumber kelistrikan utama kendaraan. Untuk mencegah tikus masuk mobil, bersihkan mobil secara rutin dan menggunakan kapur barus.

3. Cek kondisi kolong mesin,

Hal ini dilakukan jika setelah pengecekan yang pertama tadi terjadi pengurangan pada kondisi pelumas dan cairan lain. Cukup dengan melihat pada bagian kolong mobil untuk mengetahui apakah ada kebocoran atau ada area yang basah. Jika terdapat area yang basah maka coba dibersihkan terlebih dahulu. Jika sudah dibersihkan kemudian area tersebut tetap basah ini berarti memang ada bagian yang bocor.

4. Tambahkan air aki,

Meskipun sekarang ini sudah banyak mobil yang menggunakan aki kering sehingga terbebas dari ritual mengisi air aki. Tapi bagi Anda yang masih menggunakan aki basah ada baiknya melakukan pengecekan kondisi air aki. Jika kurang bisa ditambahkan.

Lihat juga permukaan terminal aki dan tutup pengisi air aki, kalau ada putih-putih tandanya terjadi pengapuran dan harus segera dibersihkan, biasanya dengan membasuh dengan air panas ke area terminal aki tersebut. Namun terminal aki harus dilepas dulu dari akinya, menghindari korsleting listrik.

5. Periksa tekanan angin ban,

Jika kita parkir mobil terlalu lama, ada potensi tekanan angin ban berkurang serta perubahan bentuk pada ban, karena bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, sehingga bentuk ban tak lagi bundar utuh. Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan.

Dalam kondisi PSBB ini, tidak perlu repot untuk mengisi angin pada ban. Pengisian angin dapat dilakukan sendiri menggunakan portable electric compressor yang dapat dibeli secara online di e-commerce. Caranya cukup simple, hanya tinggal menghubungkan ke cigarette lighter untuk power-nya, sambil memanaskan mesin.

6. Periksa panel indikator di dalam kabin,

Berikutnya untuk cek kondisi mobil sendiri di rumah juga bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan di dalam kabin, dengan cara melakukan pengecekan pada panel-panel indikator yang terdapat di spidometer.

Jika ada masalah pada mobil, biasanya akan ditandai dengan adanya lampu indikator yang menyala. Selain itu, Anda juga bisa mendengarkan suara mesin saat mobil dinyalakan, apakah ada suara yang aneh atau tidak biasa.

7. Cek kondisi asap knalpot,

Usai melakukan pengecekan indikator di dalam kabin, sebaiknya saat mesin menyala Anda juga melakukan pengecekan pada asap knalpot. Karena kondisi mesin bisa terlihat dari asap knalpot yang dihasilkan. Jika timbul asap warna putih yang cukup pekat, bisa jadi kondisi mesin mobil Anda tidak sehat. (MC/RIL)

Foto: dok. Mitsubishi Indonesia