
Foto: Google Images/Basecamp Gunung Prau Dieng
Mounture.com — Bagi pendaki yang berencana melakukan pendakian tektok ke Gunung Prau melalui jalur Dieng, ada sejumlah ketentuan baru yang wajib dipatuhi.
Aturan ini diterapkan untuk meningkatkan keselamatan pendaki selama melakukan pendakian pulang-pergi dalam satu hari atau yang dikenal sebagai tektok.
Gunung Prau yang memiliki ketinggian 2.590 mdpl menjadi salah satu destinasi favorit pendaki karena jalurnya relatif ramah bagi pemula dan menyuguhkan panorama matahari terbit yang memukau. Namun, pendakian tektok tetap membutuhkan persiapan yang matang mengingat aktivitas dilakukan tanpa bermalam di gunung.
Berikut ketentuan terbaru pendakian tektok Gunung Prau via Dieng yang perlu diperhatikan.
1. Pendakian Tektok Minimal Dilakukan Dua Orang
Pendaki yang ingin melakukan pendakian tektok wajib berangkat minimal dua orang. Ketentuan ini bertujuan meningkatkan faktor keselamatan apabila terjadi keadaan darurat selama perjalanan menuju puncak maupun saat turun gunung.
2. Ada Batas Waktu Naik dan Turun
Pengelola juga menetapkan jam operasional khusus bagi pendaki tektok.
– Start pendakian paling awal pukul 02.00 WIB.
– Seluruh pendaki wajib sudah kembali ke basecamp maksimal pukul 16.00 WIB.
Dengan adanya batas waktu tersebut, pendaki diharapkan tidak melakukan perjalanan saat kondisi gelap menjelang malam sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
BACA JUGA: Gunung Slamet Dilanda Suhu Ekstrem, Jangan Nekat Summit Tanpa Persiapan
3. Wajib Membawa Bekal Makanan
Setiap pendaki tektok diwajibkan membawa minimal satu nasi bungkus atau bekal makanan lainnya. Bekal ini menjadi sumber energi selama perjalanan sekaligus sebagai langkah antisipasi apabila pendakian berlangsung lebih lama dari perkiraan.
4. Jas Hujan Menjadi Perlengkapan Wajib
Cuaca di kawasan Gunung Prau dapat berubah dengan cepat, terutama pada musim hujan maupun masa pancaroba. Karena itu, setiap pendaki wajib membawa satu jas hujan sebagai perlengkapan pribadi agar tetap aman ketika hujan turun secara tiba-tiba.
5. Emergency Blanket Tidak Boleh Terlewat
Selain jas hujan, pendaki juga diwajibkan membawa thermal blanket atau emergency blanket. Perlengkapan ini berfungsi membantu menjaga suhu tubuh apabila terjadi kondisi darurat seperti hipotermia atau ketika pendaki harus menunggu proses evakuasi.
6. Wajib Lapor Sebelum dan Sesudah Pendakian
Pendaki tektok diwajibkan melakukan pelaporan kepada petugas basecamp sebanyak dua kali, yaitu:
– Sebelum memulai pendakian.
– Setelah kembali dan tiba di basecamp.
Prosedur ini memudahkan petugas melakukan pendataan serta memastikan seluruh pendaki telah kembali dengan selamat.
BACA JUGA: Bingung Cari Caption Foto di Gunung? Ini 50 Kata-Kata Romantis yang Menyentuh
Meskipun Gunung Prau dikenal memiliki jalur pendakian yang relatif bersahabat, pendakian tektok tetap membutuhkan kondisi fisik yang prima, perlengkapan memadai, serta kepatuhan terhadap seluruh aturan yang telah ditetapkan pengelola.
Dengan mengikuti ketentuan tersebut, diharapkan aktivitas pendakian dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan meminimalkan risiko kecelakaan di jalur pendakian.
Bagi yang berencana menikmati keindahan matahari terbit dari puncak Gunung Prau melalui jalur Dieng, pastikan seluruh persyaratan di atas telah dipenuhi sebelum memulai perjalanan.
(mc/ns)





