0

Blank 75? Ini Penjelasannya

Jalur menuju puncak Semeru ketika menjelang pagi (Mounture.com/DenChito)

(Mounture.com) — Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang sangat banyak dikunjungi. Di gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl ini terdapat zona yang bernama Blank 75. Bagi para pendaki mungkin tidak asing lagi dengan sebutan wilayah ini.

Blank 75 merupakan zona yang dikenal sebagai zona tengkorak dalam jalur pendakian di gunung Semeru. Pasalnya, di zona Blank 75 ini merupakan titik dimana sering terjadi musibah dalam pendakian di gunung Semeru. Musibah yang bahkan sudah merenggut banyak nyawa. Tak heran, Blank 75 juga dikenal sebagai zona kematian di gunung Semeru.

Blank 75 sendiri merupakan sebuah jurang yang sangat dalam. Dinamakan 75 karena dalamnya mencapai 75 meter. Sementara menurut situs AMC Malang, blank 75 merupakan seluruh area turun antara lereng pasir Mahameru (Plawangan/Kelik, Arcopodo dan sekitarnya) sampai ke Kalimati atau area vegetasi.

Jalur di titik tersebut merupakan daerah yang harus diantisipasi bagi pendaki. Jika tidak, malapetaka yang akan dihadapi. Sudah seringkali Blank 75 memakan korban, terutama saat pendaki sedang melakukan perjalanan turun dari puncak gunung Semeru.

Blank 75 merupakan jalur yang akan dilewati pendaki baik ketika naik maupun turun. Blank 75 disebut memiliki keistimewaan tersendiri, karena di jalur ini ada dua arah yang bisa dilewati, ada arah ke kanan dan ke kiri. Pendaki pun harus tepat dalam memilihnya.

Dua pilihan itu sangat menentukan karena jika memilih arah jalur ke kanan pendaki akan menemukan jalur jalan yang landai dan pastinya nyaman untuk dilewati. Sebaliknya,jika memilih jalur ke kiri, pendaki akan menemukan jalan terjal dan sempit.

Kendati demikian, justru jalur belok ke kanan yang landai itu seringkali memakan korban. Dikarenakan di jalur tersebut kedua sisi jalan setapak adalah jurang dengan kedalaman diatas 10 meter. Berbeda dengan belok ke kiri, meski jalannya terjal. Namun itu adalah jalur yang benar menuju pos bawah.

Pendaki harus waspada saat turun dari puncak karena penuh dengan jalur jebakan yang membuat pendaki rawan mengalami disorientasi arah. Dan dihimbau, bagi pendaki agar tetap waspada ketika melakukan pendakian serta tetap konsentrasi dan jika bisa jangan melakukan turun dari puncak Semeru seorang diri. (MC/DC)