Tren F&B Kian Dominan di Industri Perhotelan Bali, Jadi Penentu Pengalaman Menginap

F&B hotel Bali

Mounture.com — Industri perhotelan di Bali tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya akomodasi menjadi fokus utama, kini pengalaman kuliner atau food and beverage (F&B) justru menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan tamu, mulai dari memilih hotel hingga menikmati keseluruhan pengalaman menginap.

Perubahan ini menjadi sorotan dalam ajang Food, Hotel & Tourism Bali 2026 yang berlangsung pada 28–30 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center.

Pameran ini menghadirkan lebih dari 200 perusahaan dari 14 negara, menampilkan berbagai inovasi yang menunjukkan transformasi F&B dari sekadar pelengkap menjadi elemen strategis dalam bisnis perhotelan.

Tidak hanya memamerkan produk dan layanan terbaru, FHTB 2026 juga mencerminkan meningkatnya peran F&B dalam strategi hospitality. Beragam inovasi mulai dari bahan pangan premium, teknologi dapur modern, hingga solusi kemasan berkelanjutan menjadi bukti bahwa F&B kini merupakan bagian integral dari positioning sebuah brand hotel.

Di destinasi seperti Bali, tren ini semakin kuat seiring berkembangnya konsep experiential travel. Aktivitas bersantap tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan itu sendiri. Wisatawan kini mencari pengalaman yang menggabungkan cita rasa, suasana, dan cerita di balik setiap hidangan.

BACA JUGA: Program Terang Bersama Hotelmurah.com Bantu 8.000 Masjid dan Musala di Indonesia

Fenomena ini juga diperkuat oleh peran media sosial, yang mendorong restoran hotel, beach club, hingga rooftop dining menjadi destinasi tersendiri. Tak hanya bagi tamu hotel, tetapi juga menarik pasar yang lebih luas.

Perubahan tersebut mulai terlihat di berbagai properti di Bali, termasuk Swarga Suites Bali Berawa yang berlokasi di kawasan Canggu.

Area ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan gaya hidup dan kuliner, di mana batas antara perhotelan dan lifestyle semakin menyatu.

Swarga Suites mengembangkan pendekatan F&B yang tidak hanya berfokus pada variasi menu, tetapi juga menghadirkan pengalaman bersantap yang menyeluruh.

Melalui outlet seperti Ketumbar Bistro dan The Moon Rooftop Light Bar, hotel ini menawarkan kombinasi hidangan lokal dan internasional dengan latar pemandangan pantai dan rooftop yang ikonik.

BACA JUGA: Horison IJ Kudus Resmi Dibuka, Hotel Modern Baru di Jantung Kota Kudus

Selain itu, penguatan menu dengan cita rasa lokal seperti Nasi Goreng Kampung, Sate Ayam, dan Mie Goreng Jawa menjadi strategi untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih autentik sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada wisatawan mancanegara.

“Kami melihat semakin banyak wisatawan yang datang tidak hanya untuk menginap, tetapi juga secara khusus untuk menikmati pengalaman kuliner yang kami tawarkan,” ujar Ni Komang Juliani, Restaurant & Bar Manager Swarga Suites Bali Berawa.

Dengan semakin tipisnya batas antara akomodasi, kuliner, dan gaya hidup, peran F&B dalam industri perhotelan diprediksi akan terus menguat.

FHTB 2026 menegaskan bahwa keberhasilan sebuah hotel ke depan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas kamar, tetapi juga oleh bagaimana pengalaman kuliner dirancang secara menyeluruh dan berkesan.

(mc/ns)