
Foto: Disparbud Jawa Tengah
Mounture.com — Sebanyak 15.000 jenang dibagikan kepada masyarakat dalam gelaran Festival Jenang Solo (FJS) 2026 yang berlangsung di Koridor Ngarsopuro, Selasa, 17 Februari 2026. Festival ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo dan mengusung tema “Nirmala Nusantara”.
Festival Jenang Solo bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga ruang bersama untuk merawat harmoni Nusantara melalui pusaka rasa bernama jenang. Tahun ini, FJS menghadirkan makna yang lebih mendalam lewat tema “Nirmala Nusantara” yang sarat nilai spiritual dan filosofi Jawa.
Kata Nirmala berasal dari bahasa Sanskerta, yakni “Nir” (tanpa) dan “Mala” (noda/cela), yang berarti suci dan bersih. Dalam kebudayaan Jawa, Nirmala dimaknai sebagai kesucian batin, ketulusan tanpa pamrih, serta kondisi jiwa yang selaras dengan kehendak Sang Pencipta. Konsep ini berkaitan dengan tradisi ruwatan, yakni proses membuang sengkala agar manusia kembali pada keadaan yang jernih dan harmonis.
Melalui tema tersebut, Festival Jenang Solo 2026 diharapkan menjadi inspirasi di tengah dinamika kehidupan yang kerap diwarnai disharmoni. Jenang sebagai produk budaya diposisikan sebagai simbol perawatan Nusantara menuju kehidupan yang tentrem, harmonis, dan penuh kebersamaan.
BACA JUGA: 4 Tipe Pendaki Gunung Saat Terima THR, Kamu yang Mana?
Sejumlah kegiatan budaya turut memeriahkan festival ini, di antaranya pre-event incip-incip jenang di Solo Car Free Day, “Bladahan” di Koridor Ngarsopuro, “Ngiras Jenang” bersama pelajar SD, kirab aneka jenang, pasar jenang, pagelaran seni budaya, hingga masak besar jenang.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembagian 15.000 jenang kepada masyarakat sebagai simbol berbagi berkah dan mempererat kebersamaan dalam momentum HUT ke-281 Kota Solo.
Pada gelaran tahun ini, untuk pertama kalinya diperkenalkan produk baru bernama Jenang Nirmala. Produk tersebut menjadi simbol kesucian rasa, doa, dan harapan menuju Nusantara yang harmonis dan indah.
Kehadiran Jenang Nirmala diharapkan dapat menjadi ikon baru Festival Jenang Solo sekaligus memperkaya makna budaya dan spiritual yang diusung dalam perayaan tersebut.
Festival Jenang Solo 2026 terselenggara melalui kolaborasi Yayasan Jenang Indonesia (YJI) bersama Pemerintah Kota Surakarta dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sinergi ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya sebagai identitas dan kekuatan bangsa.
Melalui Festival Jenang Solo 2026, masyarakat diajak untuk hadir, menyatu dalam pusaka rasa, serta merawat budaya bersama di tengah arus perubahan zaman.
(mc/ril)






