0

Surilli Penghuni Gunung Ciremai

  • 19 Agustus 2018 08:09

(Mounture.com) — Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memiliki kekayaan keanekaragaman fauna salah satunya dari jenis primata. Primata yang menjadi penghuni di Gunung Ciremai yang memiliki ciri fisik khas adalah Surili (Presbytis comata).

Satwa ini dilindungi oleh perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, yaitu Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan menurut Red List IUCN berstatus Endangered (Terancam). Surili dengan melihat status konservasi dan perannya di ekosistem, merupakan salah satu satwa yang termasuk dalam keystone species (spesies kunci).

Surili merupakan nama dalam bahasa Indonesia dan Sunda untuk menyebutkan monyet pemakan daun yang penyebarannya hanya terbatas di Pulau Jawa bagian barat. Keterbatasan dari keberadaan populasi Surili yang terancam punah di alam inilah yang menjadikannya sebagai maskot pada penghelatan PON XIX Tahun 2016 Jawa Barat.

Surili Jawa termasuk ke dalam keluarga Cercopithecidae genus Presbytis. Surili Jawa memiliki ukuran tubuh sedang sampai besar. Ciri-ciri khas monyet ini yang membedakan dengan primata lainnya adalah warna bulu abu-abu diseluruh bagian tubuh, namun berwarna putih di bagian dada. Rambut yang menutupi tubuh cukup panjang dan tebal, rambut di kepala memiliki jambul berujung runcing, alis meremang kaku mengarah ke depan.

Lokasi penemuan Surili di TNGC memiliki ketinggian yang bervariasi mulai 730 meter di atas permukaan air laut (mdpl) hingga 2.015 mdpl. Surili di kawasan TNGC pada umumnya menempati tiga tipe ekosistem sebagai habitatnya, yakni hutan dataran rendah, hutan sub pegunungan, dan hutan pegunungan.

Namun monitoring terakhir tahun 2017 menjumpai Surili berada pada ekosistem sub alpin di ketinggian kurang dari 2.400 mdpl. Sehari-harinya aktivitas Surili Jawa diantaranya adalah bermain dan mencari pakan di dalam dan di luar kawasan TNGC.

Adapun jenis tumbuhan yang sering menjadi makanannya antara lain Kaliandra, Pakis, Kondang, Alpukat, Kopi, Beunying, Bungbuay, Nangka, Melinjo, Nangsi dan sebagainya. (MC/DC)

Sumber dan Foto: tngciremai.com