Situasi yang Menguji Mental Pendaki

Ilustrasi pendakian (Mounture.com/Rangga)

Mounture.com — Dalam melakukan pendakian, tidak hanya harus memiliki fisik yang kuat, akan tetapi mental juga harus sama kuatnya. Sebab, pendakian ke gunung tidak melulu soal fisik semata, tetapi juga saling berkaitan satu sama lain dengan mental.

Nah, berikut ini beberapa situasi yang membuat mental pendaki harus kuat saat melakoni kegiatan pendakian, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Medan pendakian yang di luar ekspektasi

Kondisi di gunung tidak selalu seperti diharapkan, sebab gunung memiliki kondisi cuaca yang sulit ditebak. Oleh karenanya medan pendakian yang biasanya mudah dilalui, akan berubah secara cepat ketika cuaca di gunung menjadi lebih ekstrim. Hal inilah yang kadang membuat mental pendaki menjadi turun, dan di sinilah mental pendaki di uji.

2. Waktu pendakian yang tidak sesuai target atau estimasi

Dalam melakukan pendakian, biasanya pendaki seringkali menargetkan waktu sampai ke beberapa pos pendakian hingga waktu yang harus dicapai ke lokasi camp. Namun, target ataupun estimasi ini bisa berubah dan bahkan di luar target yang ditentukan karena hal-hal yang terjadi di luar dugaan.

Dengan melesetnya waktu yang telah ditetapkan ini, selain fisik, mental pun sangat diuji.

3. Teman yang ikut pendakian

Mendaki gunung sudah pasti akan dilakoni dengan beberapa peserta atau anggota pendakian. Tak semua teman atau tim pendakian memiliki fisik dan mental yang sama. Selain itu, individu dari pendaki juga memiliki karakter yang berbeda-beda. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.