Risiko Mendaki saat Jalur Pendakian di Tutup

Ilustrasi pendakian (Mounture.com/Rangga)

Mounture.com — Menyambut bulan Ramadan serta perayaan Idulfitri, beberapa pihak pengelola jalur pendakian gunung melakukan penutupan kegiatan pendakian. Adapun lama waktu penutupan kegiatan pendakian tersebut beragam, ada yang hanya sebulan hingga belum ditetapkan kapan akan dibuka kembali tergantung dengan keputusan dan kebijakan pihak pengelola.

Dibalik penutupan kegiatan pendakian itu, pastinya ada cara untuk menyikapinya agar kalian tidak gegabah untuk memaksakan diri melakukan pendakian saat jalur ditutup. Selain membahayakan diri ataupun orang lain, kalian juga akan mendapatkan sanksi tegas dari pihak pengelola.

Berikut ini beberapa risiko yang bisa didapatkan jika kalian tetap nekat melakukan pendakian di jalur yang sudah ditutup seperti dirangkum dari berbagai sumber.

1. Jalur yang sepi

Saat pendakian di tutup dan kalian mendaki di jalur ilegal maka gunung akan sepi pendaki. Hal tersebut membuat kecelakaan di gunung menjadi meningkat. Selain itu sepinya pendaki akan membuat pertolongan lambat karena tidak ada yang menolong.

2. Bahaya hewan liar

Salah satu alasan mengapa pendakian di tutup ini bisa dikarenakan hewan liar. Pemulihan ekosistem yang dilakukan memungkinkan gunung tersebut banyak hewan liar. Saat pegunungan banyak didaki oleh manusia keseimbangan ekosistem tersebut tidak akan terjaga karena banyaknya aktivitas manusia yang dilakukan. Kebebasan hewan asli ini terganggu karena banyaknya pendaki.

3. Cuaca yang ekstrim

Salah satu alasan mengapa jalur pendakian ditutup karena cuaca yang ekstrim. Cuaca yang tidak mendukung dan tidak bisa diprediksi ini membuat keselamatan dan keamanan menjadi taruhannya. Dengan cuaca yang ekstrim ini bisa membuat perjalanan dan pendakian menjadi lebih sulit. Pendaki akan dihadapkan pada jalanan yang licin yang meningkatkan risiko tergelincir dan terperosok.

4. Membuat susah

Ketika melakukan pendakian secara ilegal, jika kalian terlibat insiden saat pendakian, maka tidak hanya diri sendiri yang sulit, tetapi juga orang lain. Akan banyak tim SAR dan juga relawan yang akan melakukan pencarian. Saat terjadi kecelakaan, evakuasi tidak hanya dilakukan dalam waktu sehari atau dua hari saja namun juga bisa dilakukan berminggu-minggu.

5. Mendapatkan sanksi

Saat melakukan penutupan kegiatan pendakian, pihak pengelola sudah memikirkan secara matang terkait keamanan pendaki. Oleh karena itu, saat penutupan pendakian, pihak pengelola akan menindak secara tegas para pendaki ilegal, baik berupa sanksi denda, atau sanksi blacklist. (MC/PC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.