
Foto: tngciremai.com
Mounture.com — Gunung Ciremai menjadi salah satu gunung favorit para pendaki di Jawa Barat. Gunung tertinggi di Jawa Barat ini memiliki banyak pilihan jalur pendakian dengan karakter berbeda, mulai dari jalur yang ramah pemula hingga rute panjang yang menantang stamina.
Dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Ciremai menawarkan panorama alam yang luar biasa, mulai dari hutan tropis, jalur sabana, hingga lautan awan dari puncaknya.
Berikut beberapa jalur pendakian Gunung Ciremai yang bisa menjadi pilihan untuk pendakian berikutnya.
1. Jalur Sadarehe, Jalur Tenang dengan Suasana Hutan yang Asri
Sadarehe dikenal sebagai salah satu jalur Gunung Ciremai yang relatif lebih sepi dibanding jalur lainnya.
Jalur ini berada di kawasan wisata Sadarehe, Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Pendaki yang ingin melalui jalur ini wajib melapor ke pihak Taman Nasional Gunung Ciremai dan biasanya akan didampingi pemandu berpengalaman.
Daya tarik utama jalur Sadarehe adalah suasana hutan yang masih sangat rimbun dan tenang, cocok bagi pendaki yang ingin menikmati suasana alam lebih sunyi dan alami.
2. Jalur Linggarjati, Rute Populer dari Kuningan
Linggarjati menjadi salah satu jalur pendakian paling populer menuju Gunung Ciremai.
Jalur ini berada di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Lokasinya cukup strategis karena dekat dengan wilayah Cirebon sehingga mudah dijangkau pendaki dari berbagai daerah.
Meski akses menuju basecamp cukup mudah, jalur Linggarjati terkenal memiliki trek panjang dengan estimasi waktu pendakian sekitar 12 jam menuju puncak.
Karena itu, jalur ini cocok untuk pendaki yang sudah terbiasa melakukan pendakian jarak jauh.
BACA JUGA: Gunung Semeru Paling Aktif, Ini Daftar Gunung Api dengan Jumlah Letusan Terbanyak di Indonesia
3. Jalur Linggasana, Akses Mudah dan Basecamp Nyaman
Selain Linggarjati, pendaki juga bisa memilih Linggasana sebagai jalur menuju puncak Gunung Ciremai.
Jalur ini berada di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, dan letaknya berdekatan dengan jalur Linggarjati.
Keunggulan jalur Linggasana adalah akses yang mudah, informasi pendakian yang cukup lengkap, serta pengelolaan basecamp yang dinilai baik oleh para pendaki.
Namun jalur ini juga tergolong cukup panjang dengan estimasi perjalanan sekitar 10 jam menuju puncak.
4. Jalur Palutungan, Favorit Pendaki karena Akses Wisata Mudah
Palutungan menjadi salah satu jalur favorit pendaki Gunung Ciremai.
Jalur ini berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dan dekat dengan kawasan wisata Palutungan.
Akses menuju basecamp cukup mudah dan fasilitas pendukung juga terbilang lengkap. Jalur Palutungan memiliki total tujuh pos sebelum akhirnya bertemu Jalur Apuy di Goa Walet.
Rutenya tidak terlalu ekstrem, namun tetap membutuhkan stamina karena estimasi waktu menuju puncak mencapai sekitar 9 jam perjalanan.
5. Jalur Apuy, Jalur Favorit dengan Pemandangan Edelweiss
Apuy menjadi salah satu jalur pendakian paling ramai di Gunung Ciremai.
Basecamp jalur ini berada di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka dan cukup mudah dijangkau dari Terminal Majalengka.
Salah satu daya tarik Jalur Apuy adalah keberadaan bunga edelweiss serta Goa Walet yang sering menjadi tempat istirahat pendaki.
Selain itu, trek Jalur Apuy juga dikenal tidak terlalu ekstrem dengan estimasi waktu pendakian sekitar 8 jam menuju puncak.
(mc/ril)






