Turun Gunung Rinjani via Torean Berapa Jam? Simak Estimasi Waktu dan Medan yang Akan Dilewati

Penampakan jalur Torean Rinjani – Foto: instagram/@abdul_kholiiq

Mounture.com — Jalur Torean kini menjadi salah satu rute favorit para pendaki yang melakukan pendakian Gunung Rinjani. Selain menawarkan panorama alam yang spektakuler, jalur ini juga memberikan pengalaman trekking yang berbeda dibandingkan jalur pendakian lainnya.

Sebagian besar pendaki saat ini memilih melakukan lintas jalur saat mendaki Gunung Rinjani, yakni naik melalui Sembalun atau Senaru dan turun melalui Torean.

Jalur ini semakin populer karena menyuguhkan pemandangan eksotis berupa sungai, air terjun, lembah hijau, hingga sumber air panas alami yang jarang ditemukan di jalur lain.

Namun, banyak pendaki yang masih bertanya-tanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk turun Gunung Rinjani via Torean?

Harus Lewat Danau Segara Anak Terlebih Dahulu

Bagi pendaki yang ingin turun melalui jalur Torean, perjalanan harus diawali dengan menuju Danau Segara Anak terlebih dahulu. Biasanya setelah berhasil mencapai puncak Gunung Rinjani, pendaki akan turun menuju Pelawangan Sembalun dan melanjutkan perjalanan ke Danau Segara Anak.

Tidak sedikit pendaki yang memilih bermalam atau mendirikan tenda di sekitar danau sebelum melanjutkan perjalanan turun ke Torean pada hari berikutnya.

Jalur dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak dikenal cukup menantang karena didominasi turunan curam. Meski demikian, beberapa titik telah dilengkapi pagar pengaman untuk membantu keselamatan pendaki.

BACA JUGA: Ingin Mendaki Gunung Rinjani dengan Sistem Tektok? Simak Syarat dan Alurnya

Estimasi Waktu Turun Gunung Rinjani via Torean

Berikut perkiraan waktu tempuh yang umum dibutuhkan pendaki saat turun Gunung Rinjani melalui jalur Torean:

1. Pelawangan Sembalun – Danau Segara Anak (6 jam perjalanan)

Rute ini didominasi jalur menurun dengan kemiringan yang cukup curam. Pendaki perlu berhati-hati karena kondisi medan bisa licin, terutama setelah hujan.

2. Danau Segara Anak – Sungai Torean (3 jam perjalanan)

Dari area danau, pendaki akan mulai memasuki kawasan lembah yang dikelilingi tebing-tebing megah. Jalur ini menjadi salah satu bagian paling indah selama perjalanan menuju Torean.

3. Sungai Torean – Desa Torean (4 jam perjalanan)

Perjalanan berlanjut menyusuri jalur sungai, hutan, serta beberapa tanjakan dan turunan ringan hingga tiba di pintu keluar pendakian di Desa Torean.

Jika diakumulasikan, waktu tempuh dari Pelawangan Sembalun hingga Desa Torean mencapai sekitar 13 jam perjalanan. Namun, durasi tersebut bisa berbeda tergantung kondisi fisik pendaki, cuaca, beban bawaan, serta kondisi jalur saat pendakian berlangsung.

BACA JUGA: Gunung Maras Bangka Belitung, Puncak 710 Mdpl dengan Jalur Ramah Pendaki Pemula

Pesona Jalur Torean yang Membuat Pendaki Ketagihan

Salah satu alasan jalur Torean begitu diminati adalah pemandangannya yang luar biasa.

Di sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati air terjun alami, sungai dengan aliran jernih, tebing-tebing tinggi, hutan tropis yang masih lebat, lembah hijau yang memukau, dan sumber air panas alami.

Jalur ini berada di antara dinding megah Gunung Rinjani dan Gunung Sangkareang, menciptakan panorama yang sering disebut sebagai salah satu jalur trekking paling indah di Indonesia.

Bahkan banyak pendaki yang menyebut jalur Torean sebagai “hidden paradise” di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani karena keindahannya yang berbeda dari jalur Sembalun maupun Senaru.

Pendaki Harus Bijak Mengatur Persediaan Air

Meski banyak melintasi sungai dan sumber mata air, pendaki tetap perlu memperhatikan ketersediaan air minum.

Sebab, sebagian sumber air di jalur Torean memiliki kandungan belerang yang cukup kuat karena berada dekat kawasan vulkanik Gunung Rinjani. Air tersebut umumnya kurang nyaman diminum dan dapat meninggalkan rasa yang membuat tenggorokan terasa lebih kering.

Karena itu, pendaki disarankan membawa cadangan air yang cukup sejak dari Danau Segara Anak atau memastikan lokasi pengisian air yang aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Jalur Indah yang Tetap Menuntut Kewaspadaan

Keindahan jalur Torean memang menjadi daya tarik utama bagi para pendaki Gunung Rinjani. Namun, medan yang panjang, beberapa titik jalur sempit, penyeberangan sungai, serta kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu membuat pendaki tetap harus menjaga kewaspadaan.

Persiapan fisik yang baik, logistik yang cukup, serta manajemen waktu yang tepat menjadi kunci agar perjalanan turun Gunung Rinjani via Torean dapat berjalan aman dan menyenangkan.

(mc/ns)