Mendaki Gunung Burangrang via Legok Haji

(Mounture.com) — Gunung Burangrang yang terletak di Cisarua, Bandung Utara, Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata alam yang patut dikunjungi. Gunung dengan ketinggian 2.064 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu merupakan gunungapi yang sudah tidak aktif lagi.

Untuk mendaki ke gunung ini, pendaki bisa melalui jalur pendakian, Pos Komando, Panheotan dan satu jalur favorit yaitu Legok Haji yang disebut sebagai jalur tercepat menuju ke puncak, di mana basecamp pendakian via Legok Haji berada di Desa Nyalindung dengan ketinggian 1.250 mdpl.

Pendaki bisa mendaftar dan menitipkan kendaraan pada warung makan yang dikelola warga sekitar dengan tarif Rp10.000. Sementara untuk biaya tiket masuknya, kalian bisa membayar seikhlasnya atau tidak ada tarif khusus.

Ketika mulai melakukan pendakian, kalian akan menemukan jalur persimpangan, di mana arah ke kanan menuju ke Curug Cipalasari, dan ke kiri menuju ke jalur pendakian. Adapun kontur jalur pendakian via Legok Haji ini berupa hutan pinus dan semak belukar serta vegetasi hutan padat berlumut.

Gunung ini terbilang kurang ramah untuk pendaki pemula, pasalnya trek dari gunung ini terbilang cukup menantang. Disarankan ketika mendaki gunung ini menggunakan celana dan kaos panjang serta penutup kepala, lantaran banyak tanaman berduri tajam dan gatal di trek awal pendakian.

Saat di puncaknya, kalian akan disuguhkan pemandangan Gunung Tangkuban Parahu. Di puncak ini juga kalian akan menemukan area kemping yang muat kurang lebih untuk 8 – 10 tenda, namun akses menuju ke area camp berupa kanan-kirinya jurang, jadi perlu berhati-hati.

Adapun waktu pendakian menuju ke puncak, bisa dilakoni dengan waktu kurang lebih 3-5 jam, tergantung kondisi fisik dan mental pendaki. Dan untuk waktu tempuh turunnya bisa memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan, jadi gunung ini bisa untuk tek-tok atau kemping.

Perlu diketahui, gunung ini memang belum terkelola dengan baik, oleh karenanya belum ada da pos peristirahatan resmi di sepanjang jalur Burangrang. Namun begitu, ada beberapa penunjuk arah ke puncak yang dipasang di beberapa persimpangan agar pendaki tak tersesat. (MC/RL)

Foto: dok. Instagram/@nurrizqi_28

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.