Gunung Halau-halau: Puncak Tertinggi Meratus dengan Jalur Ekstrem dan Nuansa Sakral

Foto: instagram/@lamin_outdoor

Mounture.com — Gunung Halau-halau menjadi salah satu destinasi pendakian paling menantang di Kalimantan Selatan. Gunung ini terletak di perbatasan tiga kabupaten, yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tanah Bumbu, dengan ketinggian mencapai 1.901 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sebagai bagian dari Pegunungan Meratus, Gunung Halau-halau dikenal sebagai salah satu puncak tertinggi di Kalimantan Selatan. Karakter pendakiannya menuntut kesiapan fisik dan mental, karena jalur yang dilalui cukup panjang dan beragam.

Pendakian gunung ini tidak bisa dianggap ringan. Pendaki akan dihadapkan pada berbagai jenis medan, mulai dari menyusuri aliran sungai, melewati lembah, hingga menanjak di lereng pegunungan Meratus yang curam dan licin.

Menariknya, pendakian gunung ini umumnya memakan waktu hingga 4 hari 3 malam. Hal tersebut disebabkan titik awal pendakian berada di bawah 1.000 mdpl, berbeda dengan banyak gunung di luar Kalimantan yang rata-rata sudah memiliki basecamp di atas 1.000 mdpl.

Jarak tempuh yang panjang inilah yang membuat gunung ini dikenal sebagai gunung dengan pendekatan ekstrem.

BACA JUGA: Gua Hatusaka di Taman Nasional Manusela, Gua Vertikal Terdalam di Indonesia

Ciri khas utama jalur pendakian Gunung Halau-halau adalah hutan hujan tropis yang masih sangat rapat, disertai hutan lumut di beberapa titik ketinggian. Kondisi ini membuat jalur terasa lembap sepanjang hari.

Selain itu, pendaki juga harus siap menghadapi pacet yang cukup banyak, terutama saat musim hujan. Perlengkapan antisipasi pacet menjadi salah satu hal wajib sebelum mendaki gunung ini.

Untuk mencapai puncak Gunung Halau-halau, pendaki dapat memilih dua jalur utama, yaitu jalur Desa Kiyu (Barabai), atau jalur Desa Kadayang (Kandangan). Kedua jalur sama-sama menawarkan trek panjang dengan karakter hutan Meratus yang khas dan minim sinyal komunikasi.

BACA JUGA: Tips Memilih Camping Chair yang Tepat untuk Mendaki Gunung

Selain tantangan alamnya, Gunung Halau-halau juga menyimpan nilai budaya dan spiritual. Di gunung ini terdapat Pohon Karimaya, pohon yang dikeramatkan oleh Suku Dayak Meratus.

Pohon Karimaya merupakan pohon besar sejenis beringin dengan akar kokoh dan tinggi menjulang. Bentuk batangnya menyerupai pintu gerbang, dengan lubang besar di bagian tengah yang bahkan bisa dilalui manusia. Keberadaan pohon ini menjadi simbol kuat hubungan masyarakat adat dengan alam Pegunungan Meratus.

Gunung Halau-halau bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga tentang menyatu dengan alam dan menghormati nilai-nilai lokal. Jalur panjang, hutan lebat, hingga situs sakral menjadikan gunung ini sebagai destinasi pendakian yang menuntut kesiapan sekaligus kesadaran.

Bagi pendaki yang mencari pengalaman berbeda di Kalimantan Selatan, Gunung Halau-halau menawarkan tantangan fisik, kekayaan alam, dan kearifan lokal dalam satu perjalanan.

(mc/pd)